Waspadai Efek Samping Kunyit: Benarkah Bisa Merusak Liver?

BOGORTODAY.COM Kunyit dikenal luas sebagai rempah serbaguna yang bukan hanya memperkaya rasa masakan, tetapi juga dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Namun, sebuah laporan terbaru dari University of Arizona mengungkap sisi lain dari konsumsi suplemen kunyit yang patut diwaspadai.

Kasus seorang wanita lansia menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan atau penggunaan tanpa pengawasan medis dapat berisiko pada kesehatan hati.

Kasus Hepatitis Autoimun Usai Konsumsi Suplemen Kunyit

Dalam laporan yang dipublikasikan di BMJ Case Report, seorang wanita berusia 71 tahun mengalami peningkatan kadar enzim hati setelah delapan bulan rutin mengonsumsi suplemen kunyit. Kadar enzim yang tinggi ini merupakan indikator adanya gangguan pada fungsi hati.

Wanita tersebut diketahui mulai mengonsumsi suplemen kunyit setelah membaca artikel mengenai potensi kunyit dalam mencegah kanker. Namun, ia juga mengonsumsi sekitar 20 suplemen lainnya tanpa konsultasi medis.

Kondisinya kemudian terdiagnosis sebagai hepatitis autoimun, sebuah penyakit di mana sistem imun secara keliru menyerang sel-sel hati, menyebabkan peradangan dan kerusakan organ.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Setelah menghentikan konsumsi suplemen kunyit, dokter melihat adanya perbaikan signifikan pada kadar enzim hati, yang mengindikasikan kemungkinan hubungan antara kunyit dan masalah liver tersebut.

Apa Kata Ilmuwan?

Meskipun kunyit memiliki reputasi sebagai bahan anti-inflamasi alami, temuan ini membuka diskusi tentang potensi efek samping dari konsumsi suplemen kunyit, terutama dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi.

Peneliti melakukan peninjauan terhadap 35 laporan lain tentang efek suplemen kunyit pada manusia, dan menemukan bahwa sekitar 5 persen dari peserta mengalami gangguan hati yang dapat dikaitkan dengan suplemen tersebut.

Individu yang berusia lanjut dan mengonsumsi alkohol dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami efek samping ini.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua kasus gangguan hati tersebut secara pasti disebabkan oleh kunyit.

Faktor lain seperti kontaminasi produk, interaksi dengan obat-obatan lain, atau efek gabungan dari berbagai suplemen juga bisa menjadi pemicu.

Apakah Kunyit Benar-Benar Berbahaya?

Belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyatakan kunyit secara langsung merusak liver, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk alami sebagai bagian dari pola makan seimbang.

BACA JUGA :  Penjaga Warung Madura di Gunung Putri Diduga Ditodong Senpi

Namun, suplemen kunyit yang dikonsumsi dalam dosis tinggi, terutama tanpa pengawasan dokter, berpotensi memicu reaksi negatif, terutama bagi individu yang sudah memiliki gangguan hati atau sedang menjalani pengobatan tertentu.

Kesimpulan dan Saran untuk Konsumen

  • Kunyit sebagai bahan masakan masih aman dan bermanfaat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
  • Suplemen kunyit harus digunakan dengan hati-hati, terutama pada lansia, pengguna rutin obat, atau konsumen alkohol.
  • Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, terutama jika sudah ada riwayat penyakit hati.
  • Perlu peningkatan kesadaran tentang risiko suplemen yang beredar bebas dan pentingnya informasi transparan dari produsen.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa sekalipun alami, bukan berarti tanpa risiko. Tetap bijak dan cermat dalam memilih suplemen demi kesehatan jangka panjang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================