Studi Terbaru Ungkap Pencairan Es Kutub Meningkat Tajam, Ancaman Serius Bagi Wilayah Pesisir Dunia

Angka ini cukup untuk menyebabkan migrasi massal dari wilayah pesisir yang terdampak, dengan ratusan juta orang berpotensi kehilangan tempat tinggal.

“Anda akan melihat migrasi daratan besar-besaran dalam skala yang belum pernah kita saksikan sejak peradaban modern,” ujar Jonathan Bamber, ahli glasiologi dari University of Bristol dan salah satu penulis studi.

Krisis yang Tak Bisa Diubah dalam Rentang Waktu Manusia

Menurut studi ini, pemanasan global dapat mendorong lapisan es ke ambang kehancuran yang tidak bisa dibalikkan dalam skala waktu manusia.

Bahkan jika suhu global distabilkan, pencairan bisa terus berlanjut akibat proses internal dalam sistem iklim dan geologi.

“Anda tidak memperlambat kenaikan permukaan laut pada angka 1,5. Pada kenyataannya, Anda melihat akselerasi yang cukup cepat,” kata Chris Stokes, glasiolog dari Durham University.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Studi juga menekankan bahwa perkiraan ambang batas suhu aman terus menurun seiring meningkatnya pemahaman ilmiah tentang betapa rentannya lapisan es terhadap perubahan iklim.

Jika sebelumnya diperkirakan bahwa suhu harus mencapai 3 derajat Celsius untuk mengguncang lapisan es Greenland, kini cukup dengan 1,5 derajat saja untuk memicu kehancuran.

Apa Artinya untuk Masa Depan?

Sekitar 230 juta orang di dunia hidup kurang dari 1 meter di atas permukaan laut. Kenaikan air laut beberapa meter, meski terjadi dalam waktu ratusan tahun, akan mengubah garis pantai global dan memaksa migrasi besar-besaran serta memicu krisis kemanusiaan yang kompleks.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa satu-satunya jalan untuk menyelamatkan lapisan es adalah membatasi pemanasan global sedekat mungkin ke angka 1 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri — sebuah target yang tampaknya semakin sulit tercapai.

Dengan kata lain, waktu kita semakin menipis. Tanpa tindakan global yang radikal dan segera untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, dunia menghadapi risiko nyata dari bencana lingkungan skala besar yang bisa berlangsung selama berabad-abad.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================