Hong Kong Undang Mahasiswa Harvard yang Terkena Larangan Trump: Janji Akses Pendidikan dan Dukungan Akademis

Hong Kong Sebagai Alternatif Akademik

Hong Kong, bekas koloni Inggris dengan populasi sekitar 7,5 juta jiwa, dikenal memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang kompetitif.

Lima universitasnya termasuk dalam 100 besar Peringkat Universitas Dunia versi Times Higher Education, menjadikannya salah satu pusat akademik utama di Asia.

Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan di Hong Kong mulai mengalami penyesuaian kurikulum dengan menekankan tema patriotisme dan keamanan nasional, selaras dengan kebijakan pendidikan Tiongkok daratan.

BACA JUGA :  Puluhan Pelajar Indonesia Rampungkan Program Pertukaran di Amerika Serikat, Bawa Pengalaman Internasional ke Tanah Air

Kendati demikian, langkah terbaru pemerintah Hong Kong ini menunjukkan upaya untuk menjaga reputasi internasional kota tersebut dalam bidang pendidikan, sekaligus menarik mahasiswa berprestasi yang terdampak kebijakan kontroversial di negara lain.

Langkah cepat dan terbuka dari Biro Pendidikan Hong Kong serta universitas-universitas utamanya menjadi sinyal bahwa kota ini tetap ingin mempertahankan peran strategisnya sebagai destinasi akademik global.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Merasa Terasing dari Anak Pasca Cerai, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Batin yang Memprihatinkan

Di tengah gejolak politik internasional, Hong Kong tampaknya berupaya mengisi kekosongan dan menarik talenta internasional, termasuk dari lembaga-lembaga elite seperti Harvard.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================