
BOGORTODAY.COM – Suasana duka menyelimuti Desa Basin, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, setelah seorang bocah perempuan berusia enam tahun meninggal dunia akibat terpeleset dan terseret ke dalam gorong-gorong saat bermain hujan bersama teman-temannya, Minggu (25/5/2025).
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Korban yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) awalnya bermain bersama teman-temannya di sekitar saluran air. Namun, tidak lama setelah hujan turun dengan deras, korban tiba-tiba tidak terlihat.
“Anak-anak itu awalnya bermain saat hujan. Tapi kemudian korban tidak kelihatan. Setelah dicari, baru diketahui korban berada di dekat saluran air,” ungkap Kepala Desa Basin, Kustiyah.
Menurut Kustiyah, saluran air di lokasi tersebut menerima aliran dari sawah sekitar sehingga debit air meningkat drastis saat hujan turun.
Seorang anak yang lebih besar melihat korban tersangkut di dekat bus saluran dan segera melapor ke warga serta relawan yang tengah gotong-royong.
Warga langsung berusaha menolong dengan membongkar saluran air. Namun, setelah berhasil dievakuasi, nyawa korban tidak tertolong.
“Saya diberi tahu langsung dan menuju lokasi. Tapi sayangnya korban sudah meninggal dunia. Rencananya akan dimakamkan malam ini, dan sudah saya laporkan ke Pak Camat dan Kapolsek,” lanjut Kustiyah.
Proses Evakuasi Sulit, Korban Terjebak di Tengah Gorong-Gorong
Kapolsek Kebonarum, AKP Ibnu Suryanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diduga terpeleset saat bermain dan kemudian terseret arus deras ke dalam gorong-gorong yang terdiri dari beberapa sambungan bus beton.
“Korban terseret arus dan masuk ke gorong-gorong. Warga kesulitan mengevakuasi karena posisi korban tersangkut di bagian tengah gorong-gorong,” ujar AKP Ibnu.
Setelah gorong-gorong berhasil dibongkar, korban dalam kondisi koma langsung dilarikan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Namun sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Kami turut berbelasungkawa. Ini peringatan bagi semua orang tua agar lebih waspada, apalagi saat musim hujan. Kedalaman air yang hanya sekitar 70 sentimeter pun bisa berakibat fatal jika arusnya deras,” imbuhnya.
Keluarga Menolak Autopsi
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kebonarum Aipda Yanuar Ichsan menambahkan bahwa korban ditemukan tersangkut di tengah sambungan gorong-gorong yang terdiri dari enam bus beton. Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
“Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan saat ini tengah menyelesaikan proses administrasi surat pernyataan penolakan,” jelas Aipda Yanuar.
Imbauan Keselamatan
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di musim hujan. Aliran air yang terlihat sepele bisa menjadi jebakan mematikan jika tidak diantisipasi.
Pihak kepolisian dan pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, dan mengawasi aktivitas anak-anak di sekitar saluran air, terlebih saat cuaca ekstrem.
Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan atas musibah yang terjadi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















