Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Dzulhijjah 1446 H, Penentu Hari Raya Idul Adha

BOGORTODAY.COM – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menggelar Sidang Isbat guna menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1446 H, yang sekaligus menjadi dasar penetapan Hari Raya Idul Adha 1446 H.

Sidang ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Mei 2025 atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1446 H, bertempat di Kantor Kemenag RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Penetapan 1 Dzulhijjah sangat dinanti umat Islam di Indonesia, karena menjadi dasar pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dan Arafah, hingga pelaksanaan Idul Adha yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Tiga Tahap Sidang Isbat

Mengacu pada keterangan resmi di laman Kemenag RI, sidang isbat dilangsungkan dalam tiga tahap sebagai berikut:

  1. Pemaparan Posisi Hilal – (Pukul 16.00 WIB)

Tahap pertama berupa pemaparan posisi hilal yang dilakukan oleh pakar astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Sesi ini bersifat terbuka dan dapat diikuti masyarakat serta media. Data astronomis disampaikan berdasarkan metode hisab hakiki, untuk memberikan gambaran posisi hilal awal Dzulhijjah.

  1. Sidang Tertutup – (Setelah Maghrib)
BACA JUGA :  Dada vs Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Usai Maghrib, sidang berlanjut secara tertutup bersama perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, dan pihak terkait.

Di tahap ini dilakukan konfirmasi hasil rukyat atau pengamatan hilal yang dilakukan di lebih dari 100 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.

Apabila hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS (tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4°), maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Dzulhijjah 1446 H, dan Hari Raya Idul Adha jatuh 10 hari setelahnya.

  1. Konferensi Pers Menteri Agama

Setelah keputusan diambil, Menteri Agama akan mengumumkan hasilnya melalui konferensi pers resmi, yang disiarkan secara langsung di berbagai media dan kanal digital Kemenag, termasuk melalui YouTube Bimas Islam TV.

Metode Penetapan Berdasarkan Hisab dan Rukyat

Kemenag menggabungkan dua metode penetapan kalender Hijriah, yaitu hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan langsung hilal).

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Penggunaan dua pendekatan ini dilakukan sesuai dengan pedoman MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat diterima secara luas.

Jadwal dan Akses Sidang Isbat

  • Hari/Tanggal: Selasa, 27 Mei 2025
  • Pukul:00 WIB – selesai
  • Tempat: Kantor Kemenag RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta
  • Live Streaming: Kanal YouTube Bimas Islam Kemenag RI — Tonton di Sini

Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari Kemenag terkait penetapan 1 Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha 1446 H.

Dengan ini, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa sunnah maupun kurban dengan lebih baik dan tepat waktu.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================