
“Melalui games yang melibatkan pasangan, kami diajak untuk bagaimana bisa berinteraksi dan memahami nilai antikorupsi. Mudah-mudahan ini bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menambahkan bahwa keterlibatan istri dalam kegiatan ini juga sangat penting, karena dorongan atau tekanan dari keluarga juga bisa memengaruhi integritas seorang ASN.
“Kegiatan ini sangat baik, sehingga bukan hanya suami saja yang diberi pemahaman tapi juga istri, karena seperti yang dipaparkan bahwa korupsi bisa datang dari rumah yang menuntut keinginan yang berlebihan,” jelas Sujatmiko.
Sekretaris Dinas Sosial Kota Bogor, Medi Sandora turut mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan bimtek ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas akan bahayanya korupsi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor, Adi Novan, menyebut kegiatan ini sebagai salah satu metode preventif yang kuat.
“Saya dan istri belajar bagaimana membangun kerja sama untuk menerapkan nilai-nilai antikorupsi,” kata Adi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh nilai-nilai antikorupsi pada diri ASN Kota Bogor beserta pasangannya, untuk nanti mereka sosialisasikan kepada anak-anak agar bisa mewujudkan keluarga yang berintegritas.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















