Pembangunan Tol Bogor–Serpong via Parung Masuki Tahap Pembebasan Lahan, Melintasi Empat Desa di Kemang

BOGORTODAY.COM – Rencana pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung yang merupakan bagian dari proyek lanjutan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III, kini memasuki tahap penting pembebasan lahan.

Proyek strategis ini akan melintasi empat desa di wilayah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, yakni Desa Kemang, Pondok Udik, Pabuaran, dan Tegal.

Kepala Desa Kemang, Entang Suana, menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada perkembangan informasi terbaru dari pihak pelaksana sejak sosialisasi yang dilakukan tahun lalu.

“Pembangunan akses Tol Bogor–Serpong via Parung itu hingga saat ini belum ada info lanjutan sejak sosialisasi tahun lalu. Saya belum dapat kabar resmi mengenai kelanjutan rencana tersebut,” ujar Entang saat ditemui di sela-sela pelantikan RT dan RW di Kantor Desa, Senin (26/5).

Entang menjelaskan bahwa di wilayah Desa Kemang sendiri, setidaknya lima RW akan terdampak langsung oleh pembangunan tol ini, yaitu RW01, RW02, RW04, dan RW08.

BACA JUGA :  7 Doa Nabi Musa AS yang Dapat Diamalkan dalam Berbagai Situasi Kehidupan

“Fasilitas umum yang terdampak hanya satu masjid, itu pun hanya terkena pada bagian simpangan jalannya saja,” tambah Entang, yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Kepala Desa Wilayah Utara (Pakuwu).

Proyek tol ini dirancang akan menghubungkan Junction Salabenda di Bogor hingga Serpong, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Dengan realisasi proyek tersebut, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin lancar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dalam kunjungan bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto di Kecamatan Parungpanjang, menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong saat ini telah memasuki tahap lelang dan segera berlanjut ke tahap pelaksanaan.

BACA JUGA :  NASA Umumkan Kru Artemis III, Langkah Baru Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan

Tol Bogor–Serpong sudah masuk tahap lelang, sekarang dalam proses menuju pelaksanaan,” jelas Ajat.

Terkait arah pembangunan, terdapat perbedaan pandangan antara pihak pengembang dan Pemkab Bogor.

Menurut Ajat, pengembang mengusulkan agar pembangunan dimulai dari arah Salabenda, Kecamatan Kemang, sementara Pemkab Bogor menginginkan dimulai dari arah Serpong.

“Kalau Pemkab Bogor, lebih menginginkan dimulai dari Serpong, agar nantinya dapat langsung terhubung dengan jalan khusus tambang,” pungkas Ajat.

Dengan rencana pembangunan ini, masyarakat Kecamatan Kemang dan sekitarnya berharap proses pembebasan lahan dapat dilakukan secara transparan dan adil, agar proyek tol ini benar-benar membawa manfaat bagi daerah dan tidak menimbulkan konflik di lapangan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================