Menguak Data Kekerasan Anak di Kabupaten Bogor

“Stigma dan rasa takut menjadi kendala utama korban dan keluarga dalam melaporkan kasus kekerasan,” tambah Sussy.

Untuk menekan angka kekerasan terhadap anak, DP3AP2KB Kabupaten Bogor telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satu upaya utama adalah program “go to school” yang melibatkan forum anak daerah untuk melakukan pembinaan langsung ke sekolah-sekolah. Program ini bertujuan membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan ramah bagi anak-anak.

BACA JUGA :  Tanamkan Jiwa Berbagi, SIT Bina Bangsa Sejahtera Bogor Sembelih 5 Sapi dan 26 Domba

“Kita melakukan pembinaan kepada beberapa sekolah melalui forum anak daerah. Selain itu, kami juga mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk tenaga pendidik,” kata Sussy.

Bimtek ini berfokus pada pembekalan guru agar mampu menciptakan suasana belajar yang ramah anak dan mampu mengenali serta menangani kasus bullying dengan baik.

Selain pelatihan guru, DP3AP2KB juga melibatkan relawan yang diberi pembinaan khusus untuk membantu menyebarkan kesadaran dan memberikan pendampingan bagi anak-anak di sekolah maupun masyarakat.

BACA JUGA :  Charger Ponsel Dibiarkan Tercolok Terus di Stopkontak, Amankah? Ini Penjelasannya

“Relawan kami latih untuk mendukung pencegahan kekerasan dan membantu korban agar mendapatkan perlindungan yang layak,” tuturnya.

Sussy berharap agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak terus meningkat.

“Kami berharap tidak hanya pemerintah yang bergerak, tapi juga masyarakat ikut aktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak,” tuntasnya. ***

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================