BOGORTODAY.COM – Bulan Dzulhijjah tidak hanya dikenal sebagai waktu pelaksanaan ibadah haji dan Idul Adha, tetapi juga sebagai salah satu momen paling istimewa dalam kalender Islam untuk memperbanyak amal saleh.
Sepuluh hari pertama bulan ini memiliki keutamaan luar biasa di sisi Allah SWT, bahkan disebut-sebut lebih utama dari hari-hari lain dalam setahun.
Dalam buku Hidup Bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karya Daeng Naja, diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).”
Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?”
Nabi menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satu pun.”
(HR Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hadits ini menegaskan bahwa amal ibadah seperti salat, sedekah, membaca Al-Qur’an, serta puasa sunnah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki nilai pahala yang luar biasa.
Puasa Sunnah Dzulhijjah: Amalan Istimewa 9 Hari
Puasa sunnah pada awal Dzulhijjah dikerjakan selama sembilan hari, mulai dari 1 hingga 9 Dzulhijjah, karena 10 Dzulhijjah adalah Hari Raya Idul Adha yang diharamkan untuk berpuasa. Di antara puasa-puasa tersebut, dua hari memiliki keutamaan sangat tinggi, yaitu:
- Puasa Tarwiyah – 8 Dzulhijjah
Puasa Tarwiyah dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Dalam buku 100 Hujjah Aswaja Yang Dituduh Bid’ah, Sesat, Syirik dan Kafir karya Ma’ruf Khozin, disebutkan:
“Puasa hari Tarwiyah menghapus dosa setahun dan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.”
(HR Ibnu Hibban dan Ibnu an-Najjar dari Ibnu Abbas)
- Puasa Arafah – 9 Dzulhijjah
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak wukuf di Arafah. Keutamaannya disebutkan dalam hadits riwayat Ahmad:
“Shaum Arafah menghapus (dosa) dua tahun, tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.”
(HR Ahmad, dari Abu Qatadah)
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2025
Berdasarkan hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI pada Selasa (27 Mei 2025), awal Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Dengan demikian, berikut jadwal pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah tahun ini:
- Rabu, 28 Mei 2025: 1 Dzulhijjah – Puasa hari pertama
- Kamis, 29 Mei 2025: 2 Dzulhijjah
- Jumat, 30 Mei 2025: 3 Dzulhijjah
- Sabtu, 31 Mei 2025: 4 Dzulhijjah
- Minggu, 1 Juni 2025: 5 Dzulhijjah
- Senin, 2 Juni 2025: 6 Dzulhijjah
- Selasa, 3 Juni 2025: 7 Dzulhijjah
- Rabu, 4 Juni 2025: 8 Dzulhijjah – Puasa Tarwiyah
- Kamis, 5 Juni 2025: 9 Dzulhijjah – Puasa Arafah
- Jumat, 6 Juni 2025: 10 Dzulhijjah – Idul Adha (tidak berpuasa)
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu emas untuk memperbanyak amal saleh.
Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, puasa Dzulhijjah, terutama Tarwiyah dan Arafah, menjadi kesempatan besar untuk meraih ampunan dan limpahan pahala.
Mari manfaatkan hari-hari istimewa ini dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak zikir, dan mempererat kepedulian sosial melalui sedekah.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















