
Pelatih kiper klub ZED FC asal Mesir, Mostafa Dida, menyatakan bahwa alat seperti swivel vision bisa meningkatkan memori otot pada mata serta memperkuat koneksi antara visual dan reaksi otot.
“Ini membantu pemain menyempurnakan refleks dan keterampilan pengambilan keputusan mereka, yang pada akhirnya bisa membantu keberhasilan yang lebih besar di pertandingan,” jelas Dida.
Digunakan di Klub-Klub Besar Eropa
Penggunaan alat ini bukan hal baru di dunia sepak bola internasional. Beberapa klub besar seperti Liverpool, Bayern Munchen, hingga Timnas Swiss juga telah mengintegrasikan kacamata latihan ini ke dalam program pengembangan penjaga gawang mereka.
Kini, Emil Audero membawa praktik tersebut ke Timnas Indonesia. Dengan pengalaman bermain di level tertinggi di Eropa, terutama di Serie A Italia, Emil tampak berperan penting tak hanya di lapangan, tetapi juga dalam menyebarkan budaya latihan modern kepada rekan-rekan setimnya.
Komitmen TC Timnas Indonesia
TC di Bali ini menjadi persiapan terakhir Timnas sebelum menghadapi tantangan di fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Selain Emil Audero, empat penjaga gawang lainnya juga ikut bersaing memperebutkan tempat inti. Kacamata yang digunakan Emil menandai keseriusan para pemain dalam memaksimalkan sesi latihan untuk meraih performa terbaik.
Penggunaan teknologi latihan seperti kacamata swivel vision mencerminkan peningkatan kualitas dan profesionalisme dalam persiapan Timnas Indonesia.
Emil Audero, dengan pendekatan modernnya, bukan hanya menjadi sosok penting di bawah mistar, tetapi juga inspirasi dalam membawa pembaruan dalam latihan sepak bola nasional.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















