Retret 329 Kepsek Strategi Baru Pemkab Bogor Atasi Infrastruktur Sekolah Rusak

Retret 329 Kepsek
Ilustrasi 329Kepsek Ikuti Retret. Foto. (Today grup)

BOGORTODAY.COM – Setelah pelantikan 329 kepala sekolah (Kepsek) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bogor, Rabu (28/5/2025), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana menggelar kegiatan retret sebagai bagian dari strategi membangun sinergi dalam dunia pendidikan sekaligus mempercepat implementasi kebijakan perbaikan infrastruktur sekolah.

Retret ini rencananya akan dilaksanakan usai peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 dan diposisikan sebagai forum refleksi dan penguatan komitmen para kepala sekolah, yang kini diharapkan menjadi motor penggerak pembenahan sekolah-sekolah negeri yang masih mengalami kerusakan fasilitas.

Di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, kondisi infrastruktur pendidikan masih jauh dari ideal. Banyak ruang kelas rusak, sanitasi buruk, hingga kekurangan fasilitas dasar seperti meja dan kursi. Situasi ini dinilai menghambat proses belajar-mengajar dan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya para kepala sekolah yang baru saja dilantik.

BACA JUGA :  Waspadai Tanda-Tanda Korsleting Listrik di Rumah, Kenali Gejalanya Sebelum Terjadi Kebakaran

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menekankan bahwa peran kepala sekolah tak hanya administratif, melainkan juga strategis dalam memperjuangkan hak-hak peserta didik, termasuk sarana belajar yang memadai.

“Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting untuk memperjuangkan hak-hak peserta didiknya agar bisa menikmati fasilitas belajar yang layak,” ujar Rudy saat memberikan keterangan, Rabu (28/5/2025).

Rudy pun mendorong kepala sekolah agar tidak ragu menyuarakan kebutuhan sekolahnya langsung kepada pihak berwenang.

“Jika perlu, ajukan langsung ke Dinas Pendidikan atau bahkan ke Pemkab Bogor agar segera mendapat perhatian,” tambah politisi Partai Gerindra itu.

BACA JUGA :  Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian

Dalam praktiknya, kegiatan retret bagi pejabat publik atau pengelola institusi pendidikan kerap dipahami sebatas kegiatan luar ruang atau pelatihan biasa. Namun, Pemkab Bogor menekankan bahwa retret ini dirancang dengan tujuan yang lebih dalam: membangun keselarasan visi antara Pemkab, Dinas Pendidikan, dan para kepala sekolah.

Rudy mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun rencana pelaksanaan retret dan berharap ada kolaborasi lintas pihak untuk mewujudkannya tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

“Kami juga berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar pelaksanaan retreat ini tidak sepenuhnya membebani APBD,” tutupnya.***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================