
“Ini merupakan bentuk pengingat kita sebagai warga Kabupaten Bogor, khususnya di Desa Ciaruten Ilir, bahwa para pendahulu kita adalah orang-orang hebat. Harapannya, kita sebagai penerus bisa menjadi lebih baik,” tambahnya.
Selain prasasti, di kawasan tersebut juga terdapat prasasti di bantaran yang masih menyatu dengan aliran sungai, menambah nilai historis dan ekologis kawasan tersebut.
Terkait pelestarian situs ini, Agus menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami intens berkomunikasi dengan pihak terkait, namun secara khusus, pelestarian dan pengakuan situs ini memang berada di ranah Kementerian Kebudayaan RI,” jelasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















