
BOGORTODAY.COM– Di tengah peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, kabar kurang menggembirakan datang dari data kemiskinan yang dirilis oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat. Kabupaten Bogor tercatat sebagai wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyoroti peran Jawa Barat sebagai salah satu penyumbang utama angka kemiskinan nasional, bersanding dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Menurut data Bappeda Jabar, jumlah penduduk miskin di provinsi ini mencapai 3,7 juta jiwa atau 7,08 persen dari total populasi.
“Kalau di Jabar, total angka kemiskinan 7,08 persen dari total penduduk, yang saat ini mencapai sekitar 53 juta jiwa. Jadi wajar jika kontribusinya terhadap angka kemiskinan nasional cukup signifikan,” ujar Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi, Selasa (3/6/2025).
Dedi menjelaskan bahwa angka tersebut setara dengan sekitar 800 ribu kepala keluarga miskin di Jawa Barat. Meski demikian, ia mengklaim telah terjadi penurunan dalam lima tahun terakhir. “Kalau melihat tren lima tahun terakhir, angka kemiskinan terus menurun. Saat ini berada di posisi 7,08 persen,” tambahnya.
Namun, Dedi mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor menyumbang angka kemiskinan tertinggi di Jabar, disusul Kabupaten Bekasi.
“Penduduk kategori di bawah garis kemiskinan terbesar ada di Kabupaten Bogor, yaitu sekitar 400 ribu kepala keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Bogor berkorelasi erat dengan besarnya jumlah penduduk yang mencapai 5 juta jiwa. Mayoritas dari mereka merupakan pendatang dari Jakarta atau hasil dari arus urbanisasi.
“Pertumbuhan penduduk alami hanya 1,02 persen, tapi urbanisasi jauh lebih tinggi. Jadi, tingginya angka kemiskinan lebih banyak dipicu oleh urbanisasi,” pungkasnya.
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















