
BOGORTODAY.COM – Setiap kali Iduladha tiba, aroma sedap olahan daging kurban seolah menyelimuti udara.
Dari sate kambing, gulai, hingga tongseng—daging kambing selalu menjadi primadona dalam momen kebersamaan ini. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang khas membuatnya sulit untuk ditolak.
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua makanan cocok disantap bersamaan dengan daging kambing? Dalam konsep pengobatan tradisional, daging kambing digolongkan sebagai makanan yang bersifat panas.
Jika dikombinasikan dengan makanan yang bersifat dingin atau yang mengandung senyawa tertentu, efeknya bisa mengganggu sistem pencernaan, bahkan memicu peradangan.
Agar tubuh tetap fit setelah menyantap sajian khas Iduladha, berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi bersamaan dengan daging kambing, merangkum informasi dari berbagai sumber:
- Semangka
Semangka memang menyegarkan dan kaya air, sering kali dijadikan pencuci mulut setelah menyantap makanan berat. Namun, buah ini bersifat dingin, kebalikan dari sifat panas daging kambing.
Kombinasi ini bisa mengganggu penyerapan nutrisi, serta menyebabkan gangguan pencernaan—terutama bagi mereka yang memiliki kelemahan pada fungsi limpa (asthenia limpa).
- Durian
Sama-sama bersifat panas, durian dan daging kambing bisa menjadi “duet maut” bagi tubuh jika dikonsumsi bersamaan.
Kombinasi ini dapat meningkatkan panas tubuh secara drastis, yang berpotensi memicu peradangan, peningkatan tekanan darah, dan rasa tidak nyaman seperti pusing atau mual.
- Telur dan Gorengan
Makanan tinggi protein seperti telur, jika dikonsumsi bersama daging kambing, bisa menjadi beban berat bagi sistem pencernaan.
Apalagi jika ditambah gorengan yang tinggi lemak—kombinasi ini berisiko menyebabkan perut kembung, lambung terasa penuh, dan proses pencernaan jadi lebih lambat.
Sebaiknya, imbangi konsumsi daging kambing dengan makanan berserat tinggi seperti sayuran hijau atau buah-buahan segar.
- Cuka
Cuka sering ditambahkan dalam hidangan untuk memberi rasa asam yang menyegarkan. Tapi, jika dicampur dengan daging kambing, keasaman cuka bisa memperburuk kondisi lambung. Efeknya? Perut melilit, iritasi lambung, bahkan diare.
Disarankan memberi jeda waktu cukup lama jika ingin mengonsumsi makanan asam setelah makan daging kambing.
- Keju
Dalam beberapa sajian modern seperti kebab atau panggangan, daging kambing kerap dipasangkan dengan keju.
Meski menggoda, keju dan daging kambing sama-sama tinggi protein dan lemak, yang bila dikonsumsi berbarengan dalam porsi besar, bisa menyebabkan mual, gangguan pencernaan, dan rasa begah.
Alternatif yang lebih sehat adalah mengganti keju dengan sayuran segar atau saus berbahan dasar tomat yang lebih ringan untuk sistem pencernaan.
Menikmati daging kambing saat Iduladha tentu boleh saja—bahkan dianjurkan, karena kandungan proteinnya baik untuk tubuh.
Namun, penting untuk memperhatikan kombinasi makanan agar tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.
Keseimbangan adalah kunci. Imbangi dengan makanan berserat, cukup air putih, dan hindari kombinasi yang tidak dianjurkan agar momen kuliner Anda tetap menyenangkan dan menyehatkan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















