
BOGORTODAY.COM – Insiden kebakaran kapal kargo Morning Midas di Samudra Pasifik kembali memunculkan kekhawatiran besar terhadap risiko kebakaran kendaraan listrik (EV) saat dalam pengiriman laut.
Kapal yang berlayar dari pelabuhan Yantai, China menuju Meksiko itu membawa sekitar 3.000 mobil, termasuk 800 mobil listrik dari beberapa merek besar asal China.
Kebakaran terjadi pada Selasa, 3 Juni 2025, memaksa seluruh awak kapal dievakuasi. Untungnya, tidak ada korban jiwa.
Namun, insiden ini memperkuat perhatian global terhadap potensi bahaya baterai lithium-ion, terutama dalam konteks pengangkutan massal via laut.
Merek Terlibat dan Dugaan Awal
Produsen otomotif Great Wall Motor mengonfirmasi bahwa sebagian kecil kendaraannya memang berada di atas kapal tersebut, tetapi menegaskan bukan sebagai pemicu kebakaran.
“Kebakaran dimulai di dek yang berbeda dari tempat kendaraan kami berada,” ujar juru bicara Great Wall kepada Nikkei Asia pada 6 Juni 2025.
Selain Great Wall, disebutkan merek lain seperti Chery Automobile, eksportir mobil terbesar dari China, juga memiliki unit di dalam kapal tersebut. Namun hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Chery.
Sementara itu, BYD dan Geely menyatakan bahwa tidak ada kendaraan mereka di dalam kapal Morning Midas.
Media China menyebut kapal tersebut disewa oleh Anji Logistics, anak perusahaan SAIC Motor.
Daerah Yantai sendiri merupakan lokasi pabrik SAIC Motor-GM yang memproduksi model seperti Buick Envision. General Motors belum memberikan pernyataan apakah kendaraan mereka termasuk di antara yang diangkut.
Risiko Lithium-ion dalam Pengangkutan Laut
Kebakaran di Morning Midas menjadi insiden terbaru dalam tren meningkatnya kebakaran kapal kargo, terutama yang melibatkan mobil listrik.
- Laporan Allianz mencatat bahwa kebakaran kapal global mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir pada tahun 2024, dengan 250 insiden, meningkat 20% dari tahun sebelumnya.
- Pada April 2025, MV Delphine yang membawa 60 kendaraan listrik juga terbakar saat berada di terminal pelabuhan Belgia.
- Pada 2022, kapal Felicity Ace tenggelam di Atlantik setelah membawa ribuan mobil mewah, termasuk mobil listrik. Investigasi menyebut baterai kendaraan sebagai salah satu penyebab potensial.
Dampak Terhadap Industri dan Asuransi
Menurut Vincent Sun, analis senior Morningstar, kebakaran Morning Midas kemungkinan akan mendorong regulasi baru terhadap pengangkutan baterai lithium-ion, serupa dengan ketentuan penggunaan power bank dalam penerbangan.
“Tidak akan mengejutkan jika ada aturan ketat untuk memastikan keamanan transportasi baterai kendaraan listrik, tak peduli asal negaranya,” kata Sun.
Sementara itu, analis Zhang Yi dari iiMedia Research mengatakan kebakaran ini dapat sementara merusak persepsi publik terhadap keamanan EV China, namun kolaborasi internasional dan peningkatan standar keselamatan akan menjadi kunci pemulihan kepercayaan.
Zhang juga memperingatkan bahwa perusahaan asuransi kemungkinan akan menaikkan premi untuk pengiriman laut kendaraan listrik, yang berdampak pada naiknya biaya logistik bagi produsen mobil.
Kebakaran di Morning Midas menjadi pengingat penting akan tantangan dan risiko logistik dalam era kendaraan listrik. Meskipun belum ada bukti pasti bahwa mobil listrik memicu kebakaran, fakta bahwa kapal membawa ratusan EV cukup untuk menyalakan perdebatan tentang keamanan baterai lithium selama pengangkutan massal.
Ke depan, industri otomotif dan pelayaran kemungkinan akan melihat pengetatan aturan, baik dari sisi teknis pengemasan, sistem deteksi dini, hingga sistem pemadam kebakaran dalam kapal. Jika tidak diantisipasi secara menyeluruh, biaya tambahan dan risiko kerusakan bisa menjadi tantangan besar dalam ekspansi global kendaraan listrik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















