Jawa Barat Catat Kasus Tertinggi Pengidap TBC, Kabupaten Bogor dan Cirebon Mendominasi 

BOGORTODAY.COM – Tuberkulosis (TBC) tidak hanya menjadi penyakit mematikan, tetapi juga menjadi masalah kesehatan terbesar di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data terbaru, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Barat, dr. Vini Adiani Dewi. Menurutnya, wilayah dengan kasus terbanyak di Jawa Barat adalah Kabupaten Bogor, disusul oleh Kota Cirebon.

“Ya, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pengidap TBC tertinggi, dan Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan kasus terbanyak. Hal ini masih relevan karena jumlah penduduk Kabupaten Bogor termasuk yang terbesar di Jawa Barat,” ujar dr. Vini saat acara sosialisasi TBC di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

 

Dr. Vini menjelaskan bahwa semakin banyak kasus TBC yang ditemukan, justru semakin baik. Hal ini menunjukkan upaya deteksi dini yang efektif, yang pada akhirnya membantu memutus mata rantai penularan.

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

 

“Penyakit TBC itu semakin banyak ditemukan justru semakin bagus, karena pencegahan dilakukan dengan memutus rantai penyebaran. Kita harus temukan sebanyak-banyaknya agar penularannya bisa segera ditekan,” jelasnya.

Untuk tahun ini, Dinas Kesehatan Jawa Barat menargetkan menemukan 234 ribu kasus TBC di seluruh kabupaten/kota.

Dr. Vini mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, batuk berdahak maupun tidak, penurunan berat badan, serta demam yang tak kunjung sembuh.

 

“Target kita di Jawa Barat adalah menemukan 234 ribu kasus. Ini harus dicapai oleh teman-teman di kabupaten/kota. Masih banyak masyarakat yang enggan berobat jika belum merasakan gejala berat. Padahal, pengobatan TBC itu gratis dan bisa disembuhkan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, juga menyoroti tingginya angka kematian akibat TBC secara global. Dalam kunjungan kerjanya ke Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini.

BACA JUGA :  Kenali Tanda-Tanda Atap Rumah Bocor Tanpa Harus Naik ke Atas

 

“Setiap lima menit, dua nyawa melayang akibat TBC. Oleh karena itu, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pencegahannya bisa dilakukan,” ujar Menkes Budi pada Rabu (11/06/2025).

 

Ia menyebutkan bahwa dari sekitar satu juta kasus TBC di Indonesia, baru sekitar 850 ribu yang berhasil terdeteksi.

 

“Ada sekitar satu juta orang yang terjangkit, namun baru sekitar 850 ribu yang sudah ditemukan,” jelasnya.

 

Budi juga menambahkan bahwa masih banyak penderita TBC yang enggan berobat karena merasa malu, padahal penyakit ini bisa disembuhkan jika ditangani dengan cepat.

“Kebanyakan pasien malu untuk berobat, padahal bila ditangani sejak dini, TBC bisa sembuh total,” tutupnya.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================