Mercedes-Benz Resmikan Pabrik Truk dan Bus Baru di Cikarang, Gantikan Fasilitas Lama di Wanaherang

Mercedes-Benz Resmikan Pabrik Truk dan Bus Baru di Cikarang, Gantikan Fasilitas Lama di Wanaherang

BOGORTODAY.COM – Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) bersama Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia (DCVMI) secara resmi meresmikan pabrik perakitan truk dan bus Mercedes-Benz di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat, Selasa (10/6/2025).

Fasilitas ini menggantikan pabrik lama mereka yang telah beroperasi sejak 1978 di Wanaherang, Bogor.

Relokasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang DCVI dalam memperkuat posisi mereka di pasar kendaraan komersial Indonesia dan Asia Tenggara.

Pabrik baru dibangun di atas lahan seluas 15 hektare dengan luas bangunan 25.000 meter persegi, serta memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 unit per tahun.

BACA JUGA :  Penyakit Jantung Kini Tak Lagi Identik dengan Usia Tua, Kasus pada Usia Muda Semakin Meningkat

“Kenapa kami memilih Cikarang? Karena tidak hanya menawarkan lokasi industri yang strategis, tetapi juga basis talenta yang kuat, kedekatan dengan pelanggan dan pemasok, serta semangat kewirausahaan yang selaras dengan semangat kami,” ujar Satyakam Arya, Managing Director dan CEO DCVI, saat memberikan sambutan.

Basis Produksi Global Daimler Truck AG

Pabrik ini kini menjadi salah satu basis produksi global Daimler Truck AG, sejajar dengan fasilitas mereka di Jerman, India, dan Amerika Serikat.

Saat ini, pabrik Cikarang difokuskan untuk merakit Mercedes-Benz Axor Euro 4, namun perusahaan membuka peluang untuk memproduksi model lain seiring perkembangan regulasi emisi nasional.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

“Jadi, baik yang dibuat di Jerman, India, atau sekarang di Cikarang, Indonesia, setiap truk dan bus Mercedes-Benz mencerminkan keunggulan globalnya,” kata Sankaranarayanan Ramamurthi, Presiden Direktur DCVMI.

Adaptif Terhadap Regulasi Emisi dan Target TKDN

Terkait standar emisi, DCVI menyatakan kesiapan mereka untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah, termasuk kemungkinan produksi kendaraan dengan standar Euro 5 atau Euro 6.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================