Dedie–Jenal Dapat Rapor Hijau dari Warga, Tapi Komunikasi Publik Masih Lemah

Dedie - Jenal Dapat Raport Hijau dari Warga
Diskusi LS Vinus Terhadap 100 Hari Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor. Kamis (12/6/2025). Rifki/bogortoday

BOGORTODAY.COM – Sebanyak 66,48 persen warga Kota Bogor menyatakan puas terhadap kinerja 100 hari Wali Kota Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin. Sementara 33,52 persen responden mengaku tidak puas.

Data tersebut disampaikan Lembaga Survei Vinus Nusantara (LS Vinus) yang dirilis, Kamis (12/6/2025). Survei dilakukan dengan metode wawancara terhadap 800 responden di Kota Bogor.

Direktur LS Vinus, Yusfitriadi menyampaikan bahwa survei ini mencakup penilaian publik terhadap berbagai sektor pelayanan publik dan tingkat pengenalan warga terhadap kepala daerah.

Dari hasil survei, diketahui tingkat pengenalan publik terhadap Wali Kota Bogor Dedie Rachim berada di angka 55,62 persen, sedangkan yang belum mengenal 44,38 persen. Sementara Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dikenal oleh 44,50 persen responden, dan tidak dikenal oleh 55,50 persen.

Dalam hal kepuasan sektoral terhadap 100 hari kinerja Pemerintah Kota Bogor, berikut hasilnya:

Ekonomi: puas 66,38 persen, tidak puas 33,62 persen

Pendidikan: puas 68,63 persen, tidak puas 31,37 persen

Kesehatan: puas 69,38 persen, tidak puas 30,62 persen

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Infrastruktur: puas 70,38 persen, tidak puas 29,62 persen

Transportasi: puas 66,75 persen, tidak puas 33,25 persen

Ketenagakerjaan: puas 61,38 persen, tidak puas 38,62 persen

Pertanian: puas 65,88 persen, tidak puas 34,12 persen

Sosial:puas 71,38 persen, tidak puas 28,62 persen

Pelayanan Publik:puas 69,63 persen, tidak puas 30,37 persen

Keamanan: puas 60,25 persen, tidak puas 39,75 persen

Penegakan Hukum: puas 56,38 persen, tidak puas 43,62 persen

Pemberantasan Korupsi: puas 47,13 persen, tidak puas 52,87 persen

Tata Kelola Pemerintahan Bersih: puas 73,88 persen, tidak puas 26,12 persen

Tata Kelola Lingkungan: puas 75,63 persen, tidak puas 24,37 persen

Kebudayaan: puas 70,50 persen, tidak puas 29,50 persen

Komunikasi Publik: puas 70,25 persen, tidak puas 29,75 persen

Meski begitu, sejumlah indikator komunikasi dan partisipasi publik menunjukkan angka kepuasan yang lebih rendah:

Keterbukaan informasi: puas 45,75 persen, tidak puas 54,25 persen

Akses terhadap informasi program Pemkot: puas 55 persen, tidak puas 45 persen

Pengelolaan media sosial Pemkot: puas 49,12 persen, tidak puas 50,88 persen

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Komunikasi langsung wali kota (forum warga): puas 51,88 persen, tidak puas 48,12 persen

Pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan:** puas 34,50 persen, tidak puas 65,50 persen

Terkait tingkat keyakinan masyarakat terhadap kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, sebanyak 34,13 persen responden menyatakan cukup yakin, 29,25 persen sangat yakin, 11,13 persen kurang yakin, 17,13 persen tidak yakin, dan 8,38 persen menyatakan tidak tahu.

Menanggapi hasil tersebut, analis politik Jeirry Sumampow menyampaikan pentingnya komitmen kepala daerah sejak awal masa jabatan.

“Kalau di awal pemerintahan saja komitmennya sudah meragukan, ini agak repot. Kita berharap untuk lima tahun ke depan komitmennya lebih baik,” kata Jeirry.

Ia juga mengingatkan agar pemimpin daerah tidak semata mengedepankan kebijakan populis untuk tujuan politik jangka pendek.

“Kebijakan populis mungkin mau maju di periode kedua. Yang kita inginkan itu kan komitmen stabil, konstan, mulai dari awal sampai akhir,” tegasnya. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================