Isu Pertambangan di Raja Ampat Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Soroti Dampaknya

“Bijih nikelnya terletak di endapan dangkal, mudah diakses saat hutan hujan ditebang,” tulis AP.

Pada 2023, Indonesia menyumbang lebih dari 50% pasokan nikel global, dan telah membangun 27 pabrik peleburan nikel dalam satu dekade terakhir. Bahkan, negara ini berencana membuka 22 smelter baru, berdasarkan data dari S&P Global Commodity Insights.

Dilema Antara Energi Bersih dan Lingkungan

Nikel menjadi salah satu komponen penting dalam produksi baterai kendaraan listrik, yang digunakan oleh perusahaan otomotif besar seperti Tesla dan berbagai produsen baterai untuk mendukung transisi menuju energi bersih.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Namun, pertumbuhan pesat industri nikel juga menimbulkan dampak lingkungan serius. Hal ini disampaikan oleh Iqbal Damanik, juru kampanye hutan dari Greenpeace, yang memperingatkan bahwa ekspansi nikel telah menyebabkan degradasi lingkungan di beberapa wilayah Pulau Sulawesi — dan kini dikhawatirkan terjadi pula di Raja Ampat.

Perlindungan Alam vs Ambisi Ekonomi

Raja Ampat adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia yang masih menyimpan keanekaragaman hayati laut luar biasa.

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

Di sisi lain, potensi nikel Indonesia memang menjanjikan secara ekonomi, terutama dalam konteks transisi energi global.

Kini dunia menyoroti bagaimana Indonesia akan menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan konservasi lingkungan. Raja Ampat bukan hanya milik Indonesia, tapi juga bagian dari warisan alam dunia.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================