BOGORTODAY.COM – Warga Kota Surabaya dikejutkan oleh penemuan seekor buaya sepanjang dua meter yang berkeliaran di sekitar pemukiman padat penduduk. Setelah ditelusuri, buaya tersebut ternyata merupakan hewan peliharaan salah seorang warga.
Sang pemilik mengaku memelihara buaya itu sejak kecil setelah menemukannya saat memancing, enam tahun lalu. Kini, hewan tersebut tumbuh besar dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Insiden ini kembali memunculkan diskusi soal tren memelihara hewan buas dan eksotis di rumah, yang kini semakin marak di tengah masyarakat.
Di luar hewan peliharaan umum seperti kucing, anjing, burung, atau ikan, sebagian orang memilih hewan liar seperti ular, kadal, hingga buaya — meski bahayanya nyata.
Memelihara Hewan Buas: Unik Tapi Berbahaya
Keinginan untuk tampil berbeda atau menunjukkan eksistensi lewat media sosial sering kali mendorong seseorang memelihara hewan yang tidak lazim.
Namun perlu diingat, memelihara hewan buas bukan tanpa risiko. Selain membahayakan diri sendiri, hal ini juga berdampak pada lingkungan, hukum, dan kesejahteraan hewan itu sendiri.
Berikut ini sederet bahaya memelihara hewan buas di rumah, seperti dilansir dari sumber medis dan lingkungan:
- Risiko Penularan Penyakit Zoonosis
Hewan buas dapat menjadi pembawa penyakit berbahaya yang menular ke manusia (zoonosis), seperti rabies, salmonella, dan parasit lain.
Kontak langsung dengan hewan buas meningkatkan risiko penularan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah.
- Cedera Fisik Serius
Insting alami hewan buas sulit ditebak. Saat stres, lapar, atau terganggu, mereka bisa menyerang secara mendadak.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















