
Massa yang terdiri dari kelompok kambing di kampung Cisalak tersebut menuntut keadilan dan kejelasan pihak desa dalam mengola dan bagi hasil dari pengolaaan ketahanan pangan.
“Kita menuntut keadilan kasihan masyarakat kalau memang kondisinya seperti ini. Mereka itu dihargai atau tidak sedangkan mereka yang mengelola sejak awal merawat kambing siang malam giliran penjualan mereka hanya dikasih 250 ribu per ekor,“ katanya.
Rohmat juga menuding, Pemerintah Desa Cibunian kurang memahami peraturan terkait ketahanan pangan. Sehingga sistem bagi hasil yang diterima masyarakat sangat dirugikan.
“Mereka belum memahami mungkin perihal peraturan desa itu seharusnya sebelum ketahanan pangan turun ke masyarakat mereka harus memahami dulu,“ ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Cibunian, Basuni, mengakui adanya kekurangan dalam aspek administrasi program.
“Kami sudah melakukan musyawarah bersama ketua kelompok tani. Kami minta maaf jika dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, terutama dalam sisi administrasi,” ujarnya saat ditemui dikantornya
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















