BOGORTODAY.COM – Sejumlah massa yang tergabung dalam kelompok peternak kambing menggeruduk Kantor Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Kamis (12/6/2025).
Aksi ini berbeda dari biasanya, karena para peternak datang sambil membawa kambing peliharaan mereka sebagai bentuk simbolis protes.
Kehadiran kambing-kambing tersebut di halaman kantor desa sontak menarik perhatian warga sekitar yang melintas. Para peternak menyuarakan kekecewaan terhadap pengelolaan program ketahanan pangan yang dinilai tidak transparan dalam bagi hasil penjualan kambing.
Salah satu perwakilan massa, Rohmat, yang juga sebagai kepala Pemuda Kampung Cisalak, menjelaskan kedatangan warga ke kantor desa tersebut merupakan menuntut kejelasan terkait ketahanan pangan yang dianggap kurang adil terhadap masyarakat.
Rohmat menyebutkan masyarakat yang terlibat dalam kelompok peternak di wilayahnya hanya diberikan bagi hasil 250 ribu per_ekor selama merawat 9 bulan lamanya.
“Jadi setelah apa yang kemarin terjadi saat lebaran haji itu hasil penjualannya tidak sesuai dengan kinerja mereka, selama 9 bulan cuma diberi upah atau bagi hasil 250 ribu per ekor,“ kata Rohmat dilokasi.
Massa yang terdiri dari kelompok kambing di kampung Cisalak tersebut menuntut keadilan dan kejelasan pihak desa dalam mengola dan bagi hasil dari pengolaaan ketahanan pangan.
“Kita menuntut keadilan kasihan masyarakat kalau memang kondisinya seperti ini. Mereka itu dihargai atau tidak sedangkan mereka yang mengelola sejak awal merawat kambing siang malam giliran penjualan mereka hanya dikasih 250 ribu per ekor,“ katanya.
Rohmat juga menuding, Pemerintah Desa Cibunian kurang memahami peraturan terkait ketahanan pangan. Sehingga sistem bagi hasil yang diterima masyarakat sangat dirugikan.
“Mereka belum memahami mungkin perihal peraturan desa itu seharusnya sebelum ketahanan pangan turun ke masyarakat mereka harus memahami dulu,“ ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Cibunian, Basuni, mengakui adanya kekurangan dalam aspek administrasi program.
“Kami sudah melakukan musyawarah bersama ketua kelompok tani. Kami minta maaf jika dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, terutama dalam sisi administrasi,” ujarnya saat ditemui dikantornya
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















