BOGORTODAY.COM – Usai digeruduk sejumlah kelompok peternak kambing dari progam ketahanan pangan, Pemdes Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, langsung melakukan musyawarah bersama pada Kamis (12/6/2025) siang tadi.
Kepala Desa Cibunian, Basuni, langsung menggelar pertemuan dengan perwakilan peternak. Ia mengakui adanya kekurangan dalam aspek administrasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
“Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan musyawarah bersama ketua kelompok. Kami akui memang ada kekurangan, terutama dari sisi administrasi. Atas nama pemerintah desa, saya memohon maaf,” kata Basuni kepada wartawan.
Pihak desa berjanji akan mengevaluasi sistem yang ada serta memperbaiki komunikasi dan pelaporan ke depan agar program berjalan lebih baik dan adil.
“Memang secara realisasinya betul kemungkinan ada kekurangan, dari sisi administrasi saja,“ ucap Basuni.
Sebelumnya, sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok peternak kambing menggelar aksi di Kantor Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Kamis (12/6/2025).
Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap sistem pengelolaan program ketahanan pangan, khususnya dalam hal pembagian hasil pemeliharaan kambing yang dinilai tidak seimbang.
Rohmat, perwakilan peternak sekaligus Ketua Pemuda Kampung Cisalak, menyatakan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut kejelasan serta keadilan dari pihak desa. Ia menilai mekanisme bagi hasil yang diterapkan selama ini merugikan peternak.
“Jadi setelah apa yang kemarin terjadi saat lebaran haji itu hasil penjualannya tidak sesuai dengan kinerja mereka, selama 9 bulan cuma diberi upah atau bagi hasil 250 ribu per ekor,“ kata Rohmat dilokasi.
Menurutnya, ketimpangan ini sangat terasa saat momentum penjualan kambing di hari raya Idul Adha, di mana hasil penjualan dianggap tidak mencerminkan kontribusi para peternak.
Para peternak mendesak agar pihak desa lebih transparan dalam pengelolaan program ketahanan pangan, serta melakukan evaluasi terhadap sistem pembagian hasil yang ada saat ini.
“Mereka itu dihargai atau tidak sedangkan mereka yang mengelola sejak awal merawat kambing siang malam giliran penjualan mereka hanya dikasih 250 ribu per ekor,“ pungkasnya
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















