
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker di Kota Bogor.
“Saya mengajak semua pihak, mari kita bersama-sama bergerak. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, dan menyayangi sesama adalah bentuk ibadah yang paling indah,” ucap Yantie.
Sementara itu, Ketua YKI Kota Bogor periode 2015–2025, Yane Ardian menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua tertinggi dalam jumlah kasus dan kematian akibat kanker setelah India.
“Kasus kanker di Kota Bogor yang tertinggi adalah kanker payudara, kemudian kanker serviks dan kanker usus. Untuk itu, sejak 2015 kami terus berkomitmen melakukan penanggulangan melalui empat pilar, yakni promosi kesehatan, deteksi dini, perlindungan khusus, dan penanggulangan kasus,” ujar Yane.
Yane menambahkan, selama sepuluh tahun kepemimpinannya, berbagai inovasi telah digagas, seperti Kampung Kesehatan Reproduksi (KEPO), Mampung Sadar IVA Test (SATE), hingga kegiatan tahunan Bogor Pink Run dalam memperingati Hari Kanker Sedunia.
Ia juga mengingatkan bahwa sejak 2017, Kota Bogor telah dicanangkan sebagai kota paliatif yang mengedepankan perawatan holistik bagi pasien kanker. Oleh karena itu, ia menyampaikan dukungannnya kepada pengurus YKI Kota Bogor yang baru agar terus mempertahankan hal tersebut.
“Saya berharap pengurus baru tidak hanya melanjutkan, tapi bergerak lebih cepat. Jangan hanya menjadikan deklarasi Kota Peduli Kanker sebagai jargon, tapi benar-benar sebagai pegangan dan arah gerak,” pungkas Yane.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















