
Dari dokumentasi yang beredar, korban meninggal ditemukan dalam posisi tengkurap sekitar lima meter dari titik tabrakan. Sementara korban luka tampak mendapatkan perawatan intensif.
Tindakan dan Imbauan
Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa seluruh korban ke rumah sakit. KAI Daop 4 juga menyampaikan duka cita atas insiden ini.
Kasus ini kembali menyoroti tingginya risiko perlintasan sebidang tanpa palang pintu, terutama yang tidak dijaga dan berada di dekat kawasan permukiman atau sekolah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat melintasi perlintasan kereta api. Jangan memaksakan diri melintas saat kereta mendekat, dan perhatikan arah dari kedua sisi jalur,” pesan Franoto.
Peristiwa tragis ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api.
Tidak hanya membutuhkan kesadaran dari pengguna jalan, tetapi juga peran aktif pemerintah daerah dan PT KAI dalam meningkatkan keselamatan, baik dengan pembangunan palang pintu otomatis, penjagaan perlintasan, maupun edukasi kepada masyarakat.
Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan membuka mata semua pihak untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














