RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang Hadirkan Semangat Timur di Tengah Hari Jadi Bogor ke-543

RSUD LEUWILIANG
FOTO : Direktur RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., mengenakan baju adat NTT saat helaran HJB ke-543 di Komplek Perkantoran Pemkab Bogor.

BOGORTODAY.COM Tampil memukau dalam helaran yang di gelar Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor. RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang ikut serta dan terlibat aktif menyemarakan Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 yang berlangsung pada Sabtu 14 Juni 2025.

Dalam helaran HJB ke-543, RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang tampil dengan nuansa khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami membawa warna timur Indonesia ke tengah perayaan budaya masyarakat Bogor,” ujar Direktur RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S.

Dokter Vitrie – sapaan akrabnya – menuturkan, berbalut tenun ikat tradisional, tim RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang melangkah percaya diri mempersembahkan harmoni antara estetika budaya dan semangat pelayanan.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

“Tenun ikat bukan sekadar kain, melainkan simbol ketekunan dan kekuatan yang diwariskan turun-temurun,” tutur Dokter Vitrie.

Tidak hanya itu, lanjut Dokter Vitrie, penampilan tarian pun bukan hanya gerak ritmis, tapi juga bentuk komunikasi yang menggambarkan nilai kebersamaan.

“Penampilan ini menunjukan semangat melayani yang melekat dalam wajah RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang Bogor,” uangkapnya.

Partisipasi dalam helaran ini menandai keterlibatan aktif RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang, sebagai bagian dari masyarakat.

RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang bukan hanya bergerak dalam layanan medis, tetapi juga dalam mendukung pelestarian budaya dan kebersamaan warga.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

“Kegiatan seperti Helaran menjadi ruang penting untuk menjembatani pelayanan publik dan budaya lokal. Kami hadir tidak hanya sebagai rumah sakit, tapi juga sebagai bagian dari komunitas yang ingin tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.

Dengan mengusung semangat “Melayani dengan Hati, Bertindak dengan Logika”, RSUD Raden Mohamad Noh Nur terus berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih terbuka.

“Dan tentunya, lebih manusiawi termasuk melalui keterlibatan dalam kegiatan budaya yang membentuk identitas masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkasnya. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================