Ketegangan Memuncak: Pakistan Siap Serang Nuklir ke Israel Jika Iran Diserang Senjata Nuklir

BOGORTODAY.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pakistan dikabarkan menyatakan kesiapannya untuk melancarkan serangan nuklir terhadap Israel, apabila Tel Aviv menggunakan senjata nuklir untuk menyerang Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jenderal Mohsen Rezaei, pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sekaligus anggota Dewan Keamanan Nasional Iran, dalam sebuah wawancara televisi yang disiarkan di Iran.

Pakistan telah meyakinkan kami bahwa jika Israel menggunakan bom nuklir terhadap Iran, mereka akan menyerang Israel dengan bom nuklir,” kata Rezaei, seperti dikutip NDTV.

Respons Pakistan: Dukung Iran, Tapi Tak Konfirmasi Komitmen Nuklir

Meski begitu, pemerintah Pakistan segera menanggapi pernyataan tersebut. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menegaskan bahwa negaranya mendukung Iran dalam berbagai forum internasional, namun membantah adanya komitmen untuk menggunakan senjata nuklir dalam konflik tersebut.

Pakistan sepenuhnya berkomitmen pada semua aturan nuklir internasional,” tulis Asif melalui media sosial, dikutip dari Samaa TV.

BACA JUGA :  Apple Perkenalkan Siri AI di WWDC 2026, Asisten Pintar dengan Kemampuan Lebih Canggih dan Personal

Asif juga menekankan bahwa senjata nuklir Pakistan hanya akan digunakan untuk membela wilayah dan keamanan nasional, bukan untuk menyerang negara lain atas dasar konflik regional.

“Kemampuan nuklir kami semata-mata untuk pertahanan nasional dan kesejahteraan rakyat Pakistan,” tambahnya.

Namun demikian, Asif tak menahan diri dalam mengkritik Israel, yang disebut sebagai negara dengan persenjataan nuklir di luar pengawasan internasional.

Ia menyebut Israel sebagai “negara nakal” karena tidak pernah menandatangani perjanjian nuklir global mana pun.

“Dunia seharusnya khawatir tentang persenjataan nuklir negara nakal yang beroperasi tanpa pengawasan,” ucapnya.
“Mendukung negara semacam itu dapat mengakibatkan konsekuensi yang menghancurkan.”

Latar Belakang Konflik: Serangan Balasan Iran–Israel

Pernyataan Rezaei dan reaksi Pakistan datang di tengah eskalasi militer besar antara Israel dan Iran. Sejak Jumat (13/6/2025), Israel meluncurkan Operasi Rising Lion, serangan besar-besaran yang menargetkan fasilitas militer dan nuklir Iran, termasuk menyerang beberapa ilmuwan nuklir terkemuka negara tersebut.

Sebagai respons, Iran membalas lewat Operasi True Promise III, yang melibatkan ratusan drone dan rudal balistik.

BACA JUGA :  Wabup Bogor Sebut WTP Dua Kali Berturut-turut Bukti Akuntabilitas Pemkab

Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara canggih Israel, Iron Dome, dan menghantam berbagai lokasi strategis, termasuk ibu kota Tel Aviv dan Yerusalem.

Sirene peringatan berbunyi nyaring di berbagai kota Israel, sementara beberapa rudal dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan di permukiman sipil dan pusat kota.

Situasi Nuklir Global dalam Sorotan

Perkembangan ini kembali menempatkan isu senjata nuklir di bawah sorotan dunia internasional.

Pakistan dan Israel sama-sama termasuk dalam daftar sembilan negara di dunia yang memiliki senjata nuklir, tetapi posisi Israel tetap unik — karena belum pernah secara resmi mengakui atau menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT).

Sementara itu, kekhawatiran meningkat bahwa perang regional ini bisa menjalar menjadi konflik global, jika negara-negara lain mulai terseret dalam pusaran konfrontasi antara Iran dan Israel.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================