BOGORTODAY.COM – Tahu sering kali jadi penyelamat di dapur. Harganya terjangkau, mudah ditemukan, dan bisa diolah dalam berbagai cara.
Bahkan, saat malas memasak, cukup menggoreng tahu lalu menikmatinya dengan kecap pun sudah terasa nikmat.
Namun, tahukah Anda bahwa menggoreng tahu sebenarnya bukan cara terbaik untuk menikmatinya? Meski gurih dan renyah, tahu goreng bisa mengurangi manfaat kesehatan dari bahan makanan kaya protein ini. Simak alasannya berikut ini.
Tahu: Superfood yang Murah dan Kaya Nutrisi
Tahu merupakan makanan berbahan dasar kedelai fermentasi yang telah lama menjadi bagian dari budaya kuliner Asia, termasuk Indonesia. Di balik tampilannya yang sederhana, tahu menyimpan segudang manfaat kesehatan.
Mengutip BBC Good Food, tahu mengandung:
- Protein tinggi
- Lemak baik
- Karbohidrat kompleks
- Kalsium
- Zat besi dan mineral lainnya
Karena kandungan tersebut, tahu sangat baik untuk:
- Menjaga kesehatan jantung
- Mengontrol kadar kolesterol
- Menstabilkan gula darah
- Meningkatkan kesehatan tulang
- Membantu mengatasi gejala pra-menopause
Kenapa Menggoreng Tahu Bisa Menghilangkan Manfaatnya?
Masalah utama dari tahu goreng bukan terletak pada tahunya, tetapi pada minyak goreng yang digunakan.
Mengutip Tasting Table, tahu memiliki tekstur seperti spons. Artinya, saat digoreng, tahu tak hanya menjadi garing di luar, tapi juga menyerap minyak dalam jumlah besar. Inilah yang jadi persoalan.
Tahu goreng yang tampak ringan bisa menjadi sumber lemak jenuh berlebih, yang bila dikonsumsi terus-menerus akan meningkatkan risiko:
- Penyakit jantung
- Kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Gangguan metabolisme tubuh
Jadi, alih-alih memberikan manfaat, tahu goreng justru bisa menjadi beban bagi tubuh jika dikonsumsi terlalu sering.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















