Militer Israel Tembaki Warga Gaza yang Mengantre Bantuan, 59 Orang Tewas

Militer Israel Tembaki Warga Gaza yang Mengantre Bantuan, 59 Orang Tewas

BOGORTODAY.COM – Sebuah tragedi kemanusiaan kembali mengguncang Gaza. Sedikitnya 59 warga Palestina tewas dan lebih dari 220 lainnya luka-luka setelah pasukan militer Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga yang sedang mengantre bantuan makanan dari truk distribusi di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

Insiden ini terekam dalam sejumlah video yang viral di media sosial, menampilkan puluhan jasad yang hancur dan berserakan di jalan utama kawasan tersebut.

Suasana kacau dan penuh kepanikan menyelimuti lokasi kejadian, dengan para korban dievakuasi menggunakan kendaraan pribadi, becak, hingga kereta keledai karena keterbatasan ambulans dan infrastruktur medis.

Petugas medis Palestina menyatakan bahwa dari total 221 korban luka, sekitar 20 di antaranya dalam kondisi kritis.

Rumah Sakit Nasser di Khan Younis yang menjadi tempat evakuasi utama dilaporkan kewalahan, dengan korban terbaring di lantai dan lorong karena tidak adanya ruang perawatan yang memadai.

BACA JUGA :  Resep Tomyam Seafood Segar dan Gurih, Cocok untuk Menu Makan Siang

Pengakuan dan Investigasi IDF

Militer Israel (IDF) telah mengakui bahwa pasukannya melepaskan tembakan di area tersebut. Dalam pernyataan resminya, IDF menyebut bahwa insiden terjadi setelah terlihat adanya kerumunan warga yang mendekat ke arah truk bantuan dan pasukan Israel yang sedang beroperasi di wilayah itu.

“IDF mengetahui laporan mengenai sejumlah orang yang terluka akibat tembakan IDF setelah kerumunan itu mendekat. Rincian insiden tersebut sedang ditinjau,” bunyi pernyataan militer Israel.

Mereka juga menyatakan penyesalan atas jatuhnya korban sipil, dan menegaskan bahwa pasukannya berupaya meminimalkan korban sambil menjaga keselamatan personel.

Kesaksian Mengenaskan

Alaa, salah satu saksi mata yang tengah mengantre bantuan, memberikan kesaksian mengerikan tentang detik-detik terjadinya insiden.

Ia mengaku bahwa kerumunan ribuan orang awalnya dibiarkan maju mendekati truk bantuan, sebelum kemudian dua peluru tank diluncurkan ke arah massa.

BACA JUGA :  Mobil PHEV China Mulai Masuk Indonesia, Toyota Nilai Persaingan Elektrifikasi Kian Menarik

“Tiba-tiba, mereka membiarkan kami bergerak maju dan membuat semua orang berkumpul, lalu peluru mulai berjatuhan, peluru tank,” ujar Alaa dari Rumah Sakit Nasser. “Orang-orang sekarat, mereka dicabik-cabik, untuk mendapatkan makanan bagi anak-anak mereka.”

Hari Paling Berdarah Sejak Pengiriman Bantuan Dimulai

Insiden ini tercatat sebagai hari paling berdarah sejak pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza dibuka kembali pada Mei lalu.

Dalam kondisi yang telah sangat genting akibat perang berkepanjangan dan blokade, serangan terhadap warga sipil yang tengah mengantre bantuan makanan menambah penderitaan mendalam bagi rakyat Gaza.

Komunitas internasional dan lembaga kemanusiaan pun mulai menyerukan investigasi independen atas insiden ini serta mendesak Israel untuk menjamin keselamatan warga sipil dan akses tanpa hambatan terhadap bantuan kemanusiaan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================