Pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 Dikebut, Terintegrasi dengan Tanggul Laut untuk Tangkal Rob

Pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 Dikebut, Terintegrasi dengan Tanggul Laut untuk Tangkal Rob

BOGORTODAY.COM – Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 (Kaligawe–Sayung) sepanjang 10,64 kilometer terus dipercepat.

Tol ini menjadi proyek strategis nasional yang tidak hanya bertujuan memperlancar lalu lintas, tetapi juga berfungsi sebagai tanggul laut atau Giant Sea Wall (GSW) untuk menanggulangi banjir rob yang selama ini melanda kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembangunan jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut ini diharapkan menjadi solusi permanen terhadap masalah rob yang kerap terjadi, terutama di Jalur Pantura Semarang–Demak.

“Jalan tol ini mengurangi beban lalu lintas di Jalan Pantura Jawa yang sudah sangat padat dan sering mengalami kemacetan,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6/2025).

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Progres Pembangunan Seksi 1 Capai 44,26%

Tol Semarang–Demak memiliki panjang total 26,95 km dan dibangun dalam dua seksi:

  • Seksi 1 Kaligawe–Sayung (10,64 km) dibangun di atas laut, dengan progres fisik 44,26% per 12 Juni 2025.
  • Seksi 2 Sayung–Demak (16,31 km) telah beroperasi sejak 25 Februari 2023.

Pembangunan Seksi 1 dibagi ke dalam tiga paket pekerjaan:

  • Paket 1A: Dikerjakan oleh Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG), progres mencapai 65,92%.
  • Paket 1B: Dikerjakan oleh PP–WIKA–CRBC, progres 42,97%.
  • Paket 1C: Dikerjakan oleh Adhi Karya–Sinohydro, progres 22,77%.
BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

Infrastruktur Penanggulangan Rob Terintegrasi

Selain pembangunan jalan tol, proyek ini juga mengintegrasikan berbagai infrastruktur pengendalian banjir rob, seperti sistem pengendali banjir Tenggang–Sringin Tahap 1. Proyek ini mencakup:

  • 6 unit rumah pompa dengan total kapasitas 81 m³/detik,
  • Tanggul sungai sepanjang 10,53 km.

Manfaat infrastruktur ini ditujukan untuk mereduksi banjir seluas 4.429 hektare, meliputi:

  • Kecamatan Pedurungan,
  • Kecamatan Gayamsari,
  • Kecamatan Genuk.

Jumlah penduduk yang akan terlindungi diperkirakan mencapai 254.546 jiwa atau 119.781 kepala keluarga.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================