
Menurut ahli gizi Kathleen Garcia-Benson, asam amino seperti glisin dan glutamin dapat membantu memperkuat lapisan usus, yang berkontribusi pada sistem pencernaan yang sehat.
Namun, ia menegaskan bahwa kaldu tulang bukan satu-satunya sumber asam amino, dan konsumsinya sebaiknya dilihat sebagai pelengkap, bukan pengganti.
Klaim: Tinggi Protein
Satu cangkir kaldu tulang biasanya mengandung sekitar 9 gram protein, namun jumlah ini bisa sangat bervariasi tergantung jenis tulang, waktu perebusan, dan bahan tambahan. Dibandingkan dengan sumber protein lain seperti telur atau dada ayam, jumlah ini terbilang relatif rendah, sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan protein harian jika dikonsumsi sendiri.
Hati-Hati Kandungan Natrium
Kaldu tulang juga mengandung natrium tinggi, yang dapat memengaruhi tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.
Bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, ginjal, atau diabetes, penting untuk membatasi asupan kaldu tulang atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikannya bagian dari pola makan rutin.
Minum kaldu tulang di pagi hari bisa menjadi kebiasaan sehat dan menawarkan sejumlah manfaat gizi, terutama sebagai pelengkap pola makan seimbang. Namun, tidak semua klaim yang viral di media sosial sepenuhnya akurat.
Kaldu tulang memang bernutrisi, tetapi tidak bisa diandalkan sebagai “obat ajaib” untuk kulit, pencernaan, atau kebutuhan protein.
Sebaiknya konsumsi secara moderat, dan padukan dengan pola makan bergizi, hidrasi cukup, serta gaya hidup aktif untuk hasil yang optimal.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















