
“Banyak produk agrikultur Indonesia, seperti kopi, kakao, dan minyak sawit bermula dari riset di Kebun Raya Bogor. Oleh karena itu, Kota Bogor mendeklarasikan diri sebagai Science Creative City,” ujar Ernan.
Ia juga menyebutkan bahwa kopi lokal dari Bogor, seperti Kopi Cibulao, bahkan pernah meraih penghargaan kopi terbaik se-Nusantara pada tahun 2016, menjadi bukti potensi yang dimiliki daerah ini.
Sementara itu, Jossue, salah satu peserta dari Guatemala, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini dan keramahan masyarakat Kota Bogor.
“Kegiatan ini sangat penting, karena dunia terus berubah, tapi masih sedikit pergerakan dari sisi produsen. Indonesia sebagai produsen besar kopi dan kakao sudah mengambil langkah tepat untuk berpartisipasi dalam hal ini, dan Kota Bogor sebagai salah satu tuan rumahnya juga telah mengambil langkah yang tepat,” ungkapnya.
Jossue juga membagikan pengalamannya saat menyerahkan cinderamata berupa cokelat dari Guatemala kepada Dedie Rachim. Hal tersebut kemudian diterima dengan baik oleh Dedie Rachim dan ia turut menerima cinderamata berupa kopi bubuk serta totopong iket sebagai bentuk terima kasih.
“Saya harap kegiatan ini bisa membuka kerja sama antarnegara untuk saling mengembangkan dan mempromosikan kopi serta kakao secara global,” tutup Jossue.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















