
Sejumlah pasien telah dipindahkan ke fasilitas bawah tanah hanya beberapa jam sebelum serangan terjadi, sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap meningkatnya ketegangan militer.
Kementerian Kesehatan Israel mengonfirmasi bahwa:
- 71 orang terluka, sebagian besar karena luka ringan atau trauma psikologis.
- Rumah sakit mengevakuasi pasien dari gedung yang rusak.
- Pelayanan rumah sakit dibatasi hanya untuk kasus darurat yang mengancam jiwa.
Sementara itu, pihak militer Israel membantah adanya target militer di sekitar rumah sakit, dan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Ketegangan Memuncak di Timur Tengah
Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik antara Israel dan Iran, yang selama ini berlangsung dalam bentuk operasi bayangan dan serangan terbatas.
Namun, serangan langsung ke fasilitas sipil seperti rumah sakit memicu kekhawatiran internasional mengenai potensi perluasan konflik.
Pengamat menyatakan bahwa menyerang pusat kesehatan bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum perang, terlebih jika tidak ada bukti kehadiran target militer di sekitar area tersebut.
Insiden tragis di Pusat Medis Soroka menggambarkan betapa rentannya fasilitas sipil dalam konflik bersenjata modern.
Dengan puluhan korban luka dan kerusakan besar di salah satu rumah sakit utama, situasi ini menyoroti urgensi diplomasi dan perlindungan terhadap infrastruktur kemanusiaan dalam zona konflik.
Pemerintah Israel dan masyarakat internasional kini menyerukan penyelidikan menyeluruh dan perlindungan terhadap objek sipil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















