
“Duh, nanti kami coba cek dulu ya, saya juga belum cek detailnya berapa. Nanti dikabarin,” katanya sambil tersenyum hemat informasi.
Mobil yang kerap terparkir manis di belakang gedung DPRD itu, menurut Sastra, bukan hanya menjadi kendaraan dinas, tapi juga kendaraan serbaguna yang bisa digunakan kapan pun rasa “perlu” itu datang—meski tanpa urgensi.
“Sebenarnya hanya untuk kegiatan-kegiatan biasa, karena memang mobil di dewan itu juga banyak. Teman-teman kadang-kadang memakai mobil itu,” ungkapnya dengan santai, seolah menjelaskan peminjaman motor di kos-kosan.
Sastra pun mengungkapkan, keputusan memperpanjang sewa mobil dari sebelas tahun lalu adalah bentuk kepatuhan terhadap aturan, bukan soal kenyamanan.
“Karena tidak boleh lagi membeli mobil baru, akhirnya untuk kegiatan-kegiatan di dewan, ya mobil sewa,” jelas dia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















