
BOGORTODAY.COM – Gedung SMP Negeri 1 Sukajaya, Kabupaten Bogor, saat ini tengah menghadapi kondisi mengkhawatirkan akibat pergerakan tanah. Sejumlah ruang kelas di sekolah ini terlihat mengalami keretakan serius yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pengajar.
Kerusakan terlihat jelas di berbagai titik bangunan. Dinding yang retak memanjang, lantai bergelombang, hingga struktur atap yang mulai goyah menjadi bukti nyata bahwa gedung tersebut tidak lagi aman digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
Menanggapi kondisi tersebut, tokoh masyarakat Sukajaya, Ujang Ruhyadi, saat meninjau langsung ke lokasi menyatakan keprihatinannya yang mendalam. Ia menyebut situasi ini bukan hanya darurat, namun juga harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar tidak menimbulkan korban jiwa.
“Saya sangat prihatin melihat langsung kondisi bangunan sekolah ini. Hampir semua ruangan kelas mengalami retak yang cukup parah. Ini bukan sekadar retakan biasa, tapi indikasi kuat bahwa ada pergerakan tanah aktif yang terus berlangsung. Jika dibiarkan, ini bisa berakibat fatal,” ujar Ujang Ruhyadi saat meninjau lokasi, Rabu (25/7/2025).
Pria yang akrab disapa Apih Ujang ini juga mengungkapkan opsi relokasi merupakan langkah yang bijak untuk menghindari kerawanan bencana yang dikhawatirkan menimpa para murid dan guru pendidikan.
“Kami tidak ingin mendengar adanya insiden yang menimpa anak-anak kita atau para guru akibat lambannya penanganan. Pemerintah jangan menunggu sampai ada korban dulu baru bergerak. Relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman harus segera diputuskan. Jangan memaksakan membangun kembali di tempat yang jelas-jelas tidak stabil. Ini soal keselamatan generasi masa depan kita,” ucapnya.

“Kami sebagai masyarakat siap membantu, termasuk dalam pencarian lahan yang lebih layak dan aman. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama. Namun tentu inisiatif dan tindakan awal harus datang dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















