
BOGORTODAY.COM, Gaza City – Setelah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran yang mengakhiri konflik udara selama 12 hari, militer Israel kini kembali memusatkan perhatian pada Jalur Gaza. Tel Aviv menyatakan tekadnya untuk memulangkan semua sandera yang masih ditahan dan membubarkan kekuasaan Hamas yang mendapat dukungan Iran.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengungkapkan bahwa meskipun ada jeda dalam ketegangan militer dengan Iran, kampanye terhadap negara tersebut belum selesai dan kini memasuki babak baru. Iran disebut sebagai pendukung utama Hamas yang telah melawan Israel sejak Oktober 2023.
“Kami kembali mengarahkan fokus ke Gaza untuk menyelamatkan para sandera dan menghancurkan rezim Hamas. Merupakan kehormatan bagi saya memimpin angkatan bersenjata dalam masa penting ini,” ujarnya.
Gencatan senjata mulai berlaku pada Selasa (24/6), meskipun sempat muncul kebingungan soal kapan tepatnya dimulai, setelah pernyataan mengejutkan dari Presiden AS, Donald Trump. Zamir juga mengklaim bahwa serangan Israel ke Iran telah memperlambat perkembangan program nuklir dan misil negara tersebut selama beberapa tahun.
Konflik antara Israel dan Hamas meletus sejak serangan tiba-tiba yang dilancarkan oleh kelompok tersebut ke Tel Aviv pada Oktober 2023. Sebagai balasan, Israel menggempur Jalur Gaza—yang menurut Kementerian Kesehatan di wilayah itu, telah mengakibatkan lebih dari 56.000 korban jiwa, mayoritas warga sipil.
Pemerintah Israel menyatakan bahwa tujuan utama serangannya adalah membebaskan sekitar 49 sandera, termasuk 27 yang diyakini telah tewas, serta mengakhiri kekuasaan Hamas.
Kondisi kemanusiaan di Gaza memburuk tajam akibat blokade total oleh Israel sejak Maret, yang baru dilonggarkan pada akhir Mei. Warga sipil menghadapi krisis kelaparan di tengah populasi lebih dari dua juta jiwa.
Sementara itu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, terkait dugaan kejahatan perang dan pelanggaran HAM di Gaza. Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait konflik tersebut.(mg2)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















