
Ia pun menegaskan, Pemkab Bogor akan terus mendorong perluasan cakupan MBG hingga menjangkau siswa di pelosok desa.
“Saat ini, baru ada 29 dapur MBG yang menjangkau sekitar 86.997 siswa. Itu baru 5% dari total jumlah siswa di Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari 1,4 juta. Masih jauh dari cukup,” ungkap mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu.
Karena keterbatasan jumlah dapur, Pemkab Bogor berharap pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional dapat menambah kuota pembangunan dapur MBG di wilayahnya.
“Baik Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto maupun saya, sangat mendukung penuh program ini. Namun, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar, penambahan dapur di beberapa kecamatan sangat dibutuhkan agar sekolah-sekolah di pelosok desa bisa terjangkau,” ucapnya.
Bagi Pemkab Bogor, program MBG bukan hanya soal pemberian gizi dan nutrisi kepada siswa, tapi juga menciptakan efek domino positif bagi masyarakat menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Program Presiden Prabowo ini sangat pro-rakyat karena melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ibu-ibu bisa bekerja, petani sayur dan peternak telur pun ikut terdampak secara ekonomi,” ujar politisi Partai Golkar itu.
Pemkab Bogor, tambahnya, akan terus mengawal dan terlibat aktif dalam pengawasan pelaksanaan MBG, mulai dari produksi makanan hingga pendistribusiannya ke sekolah-sekolah.
“Mari kita dukung bersama program MBG ini demi masa depan anak-anak kita yang lebih istimewa dan gemilang,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















