Pemkab Bogor Dorong Perluasan Program Makan Bergizi Gratis hingga Pelosok Desa

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, meninjau langsung proses penyiapan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur MBG, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa (24/6/2025). (Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus didorong untuk menjangkau lebih banyak siswa di Kabupaten Bogor. Upaya ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Goes to School yang digelar di SDN Pasir Angin 01, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, pada Selasa (24/6/2025).

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memastikan mutu dan kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada siswa penerima manfaat program MBG tetap terjaga.

“Tujuan kegiatan ini adalah memastikan mutu makanan bergizi yang diterima siswa dalam program MBG. Kami ingin memastikan program ini berjalan dengan baik,” ujar Wakil Bupati Bogor.

Pria yang akrab disapa Jaro Ade itu menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Menurutnya, manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh siswa sekolah, tetapi juga masyarakat secara luas.

“Jika program MBG ini berjalan optimal, maka roda perekonomian masyarakat juga ikut bergerak. Bahan baku makanan bisa dibeli langsung dari petani dan pelaku usaha lokal,” tuturnya.

Jaro Ade menyebut, Kabupaten Bogor bangga memiliki presiden yang konsisten menjalankan program makan bergizi gratis untuk generasi penerus bangsa.

Ia pun menegaskan, Pemkab Bogor akan terus mendorong perluasan cakupan MBG hingga menjangkau siswa di pelosok desa.

“Saat ini, baru ada 29 dapur MBG yang menjangkau sekitar 86.997 siswa. Itu baru 5% dari total jumlah siswa di Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari 1,4 juta. Masih jauh dari cukup,” ungkap mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu.

Karena keterbatasan jumlah dapur, Pemkab Bogor berharap pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional dapat menambah kuota pembangunan dapur MBG di wilayahnya.

“Baik Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto maupun saya, sangat mendukung penuh program ini. Namun, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar, penambahan dapur di beberapa kecamatan sangat dibutuhkan agar sekolah-sekolah di pelosok desa bisa terjangkau,” ucapnya.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bagi Pemkab Bogor, program MBG bukan hanya soal pemberian gizi dan nutrisi kepada siswa, tapi juga menciptakan efek domino positif bagi masyarakat menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Program Presiden Prabowo ini sangat pro-rakyat karena melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ibu-ibu bisa bekerja, petani sayur dan peternak telur pun ikut terdampak secara ekonomi,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Pemkab Bogor, tambahnya, akan terus mengawal dan terlibat aktif dalam pengawasan pelaksanaan MBG, mulai dari produksi makanan hingga pendistribusiannya ke sekolah-sekolah.

“Mari kita dukung bersama program MBG ini demi masa depan anak-anak kita yang lebih istimewa dan gemilang,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================