Cerita Maryam, Menanti Kepulangan Sang Putri dari Teheran Iran di Tengah Konflik

Cerita Maryam, Menanti Kepulangan dari Teheran Iran di Tengah Konflik
Orang Tua Sayyidah, Maryam. Foto. Istmw

BOGORTODAY.COM – Pagi itu, sinar mentari di Desa Bojong, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat hanya menyentuh sebagian teras rumah milik Maryam (56).

Di kursi plastik warna biru muda, ia duduk sambil menatap ponsel yang tak henti-hentinya ia buka-tutup. Setiap bunyi notifikasi adalah do’a dalam rupa getar harap, apakah ini kabar terbaru tentang Sayyidah (31), putri ketiganya yang masih berjuang menyelesaikan studi doktoral di Universitas Ahlul Bait, Teheran?

Sejak konflik Israel–Iran memuncak, kecemasan Maryam mengembang bagai awan gelap di ufuk hatinya.

BACA JUGA :  Manfaat Chili Oil untuk Kesehatan, Lebih dari Sekadar Bumbu Pedas Favorit

“Tentunya kami, terutama seorang ibu, sangat khawatir sekali,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia mengizinkan Sayyidah belajar dari jenjang S2 hingga S3 di Iran karena percaya pada mimpi putrinya, namun kini, mimpi itu berkelindan (terkait, red) dengan ketidakpastian konflik bersenjata.

Empat tahun silam, Maryam mengantar Sayyidah ke bandara internasional Soekarno–Hatta. Di pelukan hangat itu, ia mempercayakan anaknya pada janji–janji ilmu dan pertemuan lintas budaya di Universitas Ahlul Bait.

“Dia ingin mendalami fikih kontemporer dan dialog antarmazhab,” kenang Maryam.

BACA JUGA :  Sejarah Ibadah Haji: Jejak Perjalanan Nabi Ibrahim hingga Menjadi Rukun Islam

Sejak berangkat, mereka hanya bertemu lewat layar ponsel, tawa Sayyidah sempat terbayar ketika sang ibu mengirimkan bingkisan rendang dan sambal terasi, rasa rindu yang dibungkus rapi di dalam kotak kayu.

Namun pekat berita serangan roket dan balasan roket menimbulkan bayang hitam:

“Setiap pagi saya mengecek peta konflik, berharap itu bukan wilayah tempat dia tinggal. Kadang jantung ini seperti disetrum,” kata Maryam.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================