Pergerakan Tanah Ancam Sekolah SMPN 1 Sukajaya, Legislator dan Eksekutif Didesak Tinjau Lokasi

BOGORTODAY.COM — Ancaman keselamatan membayangi kegiatan belajar-mengajar di SMP Negeri 1 Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut mengalami keretakan serius yang diduga kuat akibat pergerakan tanah aktif di kawasan tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan dari total 12 ruang kelas yang ada, lima di antaranya mengalami kerusakan. Retakan tampak menjalar di sejumlah dinding, tiang dan lantai kelas, membuat kekhawatiran akan keselamatan siswa dan guru pengajar.

Tokoh masyarakat Kecamatan Sukajaya, Ujang Ruhyadi, turut angkat bicara mengenai kondisi ini. Ia mendesak agar pihak legislatif dan eksekutif Kabupaten Bogor segera meninjau langsung ke lokasi untuk melihat dampak kerusakan secara nyata.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Meriahkan Turnamen Biliar Bupati Cup 2026

“Ini bukan sekadar retakan kecil. Struktur bangunan sudah tidak layak, dan jika terus dipaksakan untuk digunakan, risikonya sangat besar. Harus ada tanggapan serius dari pemerintah,” tegas Ujang saat ditemui saat meninjau lokasi sekolah pada Rabu (25/7/2025).

Menurutnya, pembangunan kembali di lahan yang sama tidak menjadi solusi jangka panjang. Sebaliknya, Ujang yang akrab disapa Apih Ujang menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan opsi relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman dari ancaman pergerakan tanah.

BACA JUGA :  Motor Hantam Pembatas Jalan di Cibinong, Dua Tewas

 

“Membangun ulang di tempat yang sama hanya akan mengulang masalah serupa di kemudian hari. Lebih baik cari lokasi yang stabil dan aman, lalu pindahkan sekolah ke sana. Ini soal keselamatan generasi penerus,” katanya.

Keretakan dilantai sekolah SMP 1 Sukajaya diduga akibat pergerakan tanah

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat setempat telah lama mencemaskan kondisi geografis sekolah tersebut, yang berada di kawasan dengan kemiringan cukup ekstrem serta berdekatan dengan zona rawan longsor.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================