Pelayanan Puskesmas Puraseda Leuwiliang Dikeluhkan, Dinkes Bogor Minta Maaf dan Janjikan Evaluasi

Angka Kematian Bayi Baru Lahir di Kabupaten Bogor Capai 800 Jiwa
Plt. Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Mediawati. Senin (12/5/2025). Rifki/bogortoday

BOGORTODAY.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya angkat bicara terkait insiden viral seorang warga yang memarahi petugas Puskesmas Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, akibat dugaan pelayanan yang ditutup sebelum waktunya.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 26 Juni 2025, sekitar pukul 12.45 WIB.

Kejadian tersebut berawal seorang warga bernama Nining, yang juga merupakan Pendamping Sosial Masyarakat (PSM) datang ke Puskesmas Puraseda untuk membantu keluarganya mengurus pendaftaran BPJS PBI melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Saat itu, pasien yang dimaksud tidak turut dibawa ke lokasi.

“Saat datang, semua staf sedang beristirahat, sebagian masih berada di dalam puskesmas dan sebagian lagi sedang makan diluar puskesmas. Atas inisiatif petugas kebersihan dengan alasan keamanan, pintu utama Puskesmas dikunci. Namun, pintu IGD dan pintu samping tetap terbuka,” jelas Fusia Meidiawaty kepada Bogor Today, Jumat (27/6/2025).

BACA JUGA :  Wakil Bupati Bogor Tepis Tudingan Intervensi Proses SHGB PT BSS

Meski demikian, keberadaan pintu yang terkunci dan petugas yang tidak tampak di tempat membuat Nining merasa bahwa layanan telah ditutup lebih awal. Hal itu memicu kemarahan yang terekam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial.

“Namun, petugas tidak berada di tempat, karena sedang melakukan aktifitas sholat dan makan siang (jam istirahat Puskesmas : jam 12.00 – 13.00),“ katanya.

Menanggapi kejadian ini, Dinas Kesehatan telah melakukan pembinaan kepada Puskesmas Puraseda. Ke depannya, Dinkes meminta agar pintu utama tidak lagi ditutup saat jam istirahat, serta memastikan adanya petugas front office yang berjaga secara bergiliran.

“Saya atas nama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memohon maaf atas kejadian ini. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Fusia Meidiawaty

BACA JUGA :  JIKA INGIN KE BAITULLAH MAKA TERLEBIH DAHULU KE MASJID

Sebelumnya, video viral memperlihatkan seorang ibu bernama Nining memaki petugas Puskesmas karena merasa ditolak saat membawa keluarganya untuk berobat gigi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menyebut pintu Puskesmas saat itu sudah tergembok meski belum melewati jam pelayanan.

“Saya datang jam tiga kurang, tapi pintu sudah dikunci. Saya kesal, pelayanannya tidak maksimal,” ujar Nining kepada wartawan.

Keluhan senada juga datang dari warga lain, seperti Lusi, yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa. Ia menilai pelayanan di Puskesmas Puraseda masih jauh dari kata profesional.

“Aku pernah ke sana, sering tutup lebih awal. Di dalam masih ada pegawai, tapi malah main HP saja,” ungkap Lusi.

Insiden ini menjadi sorotan masyarakat dan mendorong Dinkes Kabupaten Bogor untuk mengevaluasi sistem pelayanan, terutama pada jam-jam transisi seperti waktu istirahat.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================