
SUKABUMITODAY.COM – PT PLN (Persero) kembali melanjutkan komitmennya dalam mendukung modernisasi pertanian melalui program Electrifying Agriculture yang kali ini menyasar Kelompok Tani Nurul Amal Jayawangi Farm di Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapa Nunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (25/6/2025).
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Setelah sukses dengan tahap pertama pada 2024 lalu, yang fokus pada pengembangan ekonomi lokal melalui UMKM berbasis hasil pertanian seperti vanila, madu, ikan arwana, dan agroforestri durian, tahun ini PLN mengembangkan program ke arah peningkatan produktivitas hasil pertanian dan perikanan.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Abdul Salam Nganro, menjelaskan bahwa program Electrifying Agriculture merupakan bentuk dukungan PLN dalam mendorong transformasi sektor agrikultur menuju teknologi modern berbasis listrik.
“Program ini adalah bagian dari upaya kami menciptakan creating shared value, agar teknologi pertanian listrik tidak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Abdul Salam.
Dalam program ini, PLN mengintegrasikan sistem smart farming yang mengandalkan perangkat berbasis Internet of Things (IoT) dan aplikasi pintar di smartphone. Beberapa teknologi yang diterapkan antara lain:
Weather station, untuk memantau curah hujan, intensitas cahaya, suhu, kelembapan, serta arah dan kecepatan angin. Selain itu adapula sensor suara pengusir hama.
Teknologi irigasi AWD (Alternate Wetting and Drying) yang memungkinkan pengairan sawah dilakukan hanya saat air di dalam tanah mencapai batas tertentu. Sistem ini dilengkapi sensor ketinggian air yang terhubung ke aplikasi ponsel, sehingga petani bisa memantau kondisi lahan secara real time.
Ketua Kelompok Tani Nurul Amal Jayawangi Farm, Ujang Hamdan, menyambut baik program ini.
“Kami sangat antusias. Ini menjadi pengalaman dan ilmu baru bagi kami. Harapan kami, implementasi teknologi pertanian modern ini mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan tentu saja pendapatan petani,” ungkapnya.
Manager PLN UPT Bogor, Dhany Priatna, menambahkan bahwa implementasi Electrifying Agriculture juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya pilar ke-2 tentang tanpa kelaparan dan pilar ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
“Menggabungkan teknologi pertanian modern dengan pemanfaatan energi listrik adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus memberi kontribusi pada masyarakat, terutama di sekitar wilayah aset PLN,” tutup Dhany.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















