Banjir Setinggi Hampir Dua Meter Rendam 3 Kecamatan di Kendari

Sarman menambahkan bahwa sejak pembangunan kolam retensi, banjir tahunan biasanya tidak sampai merendam rumah warga. Namun, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak kolam retensi dibangun, dengan ketinggian air mencapai 1,8 meter.

Wilayah Lain yang Terdampak

Selain Sungai Wanggu, banjir juga melanda Kampung Salo di Kecamatan Kendari Barat dan Kambu di Kecamatan Kambu. Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyatakan bahwa intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

“Dari semua wilayah terdampak, yang paling parah memang di Kali Wanggu ini. Banjir di sini memang langganan setiap tahun,” tutur Cornelius.

Tanggap Darurat dan Posko Pengungsian

BPBD Kendari telah mendirikan tiga posko pengungsian di bantaran Sungai Wanggu untuk menampung warga terdampak. Selain itu, satu posko tambahan didirikan oleh Kementerian Sosial untuk mendukung penanganan bencana.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah bantaran sungai dan daerah rawan longsor.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pemerintah Kota Kendari juga mengimbau agar warga terdampak segera melapor jika membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Banjir ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya mitigasi dan infrastruktur penanganan banjir yang lebih baik untuk mencegah dampak lebih besar di masa depan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================