
Sarman menambahkan bahwa sejak pembangunan kolam retensi, banjir tahunan biasanya tidak sampai merendam rumah warga. Namun, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak kolam retensi dibangun, dengan ketinggian air mencapai 1,8 meter.
Wilayah Lain yang Terdampak
Selain Sungai Wanggu, banjir juga melanda Kampung Salo di Kecamatan Kendari Barat dan Kambu di Kecamatan Kambu. Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyatakan bahwa intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah.
“Dari semua wilayah terdampak, yang paling parah memang di Kali Wanggu ini. Banjir di sini memang langganan setiap tahun,” tutur Cornelius.
Tanggap Darurat dan Posko Pengungsian
BPBD Kendari telah mendirikan tiga posko pengungsian di bantaran Sungai Wanggu untuk menampung warga terdampak. Selain itu, satu posko tambahan didirikan oleh Kementerian Sosial untuk mendukung penanganan bencana.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah bantaran sungai dan daerah rawan longsor.
Pemerintah Kota Kendari juga mengimbau agar warga terdampak segera melapor jika membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Banjir ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya mitigasi dan infrastruktur penanganan banjir yang lebih baik untuk mencegah dampak lebih besar di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















