
BOGORTODAY.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan bahwa “kemenangan” yang dicapai negaranya dalam konflik bersenjata selama 12 hari melawan Iran telah membuka “peluang” baru, termasuk dalam upaya membebaskan para sandera yang masih ditahan oleh Hamas dan kelompok sekutunya di Jalur Gaza.
“Banyak peluang telah terbuka sekarang setelah kemenangan ini. Pertama-tama, untuk menyelamatkan para sandera,”
ucap Netanyahu saat menyampaikan pidato di hadapan aparat keamanan Israel, seperti dikutip dari AFP dan Al Arabiya, Senin (30/6/2025).
Ia juga menegaskan bahwa selain membebaskan para sandera, Israel berupaya menuntaskan operasi militer untuk menghancurkan Hamas.
“Tentu saja, kami juga harus menyelesaikan masalah Gaza, untuk mengalahkan Hamas, tetapi saya memperkirakan bahwa kami akan mencapai kedua tujuan itu,”
ujarnya merujuk pada operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Sementara itu, dalam pernyataan terpisah pada Minggu (29/6), organisasi yang mewakili keluarga para sandera menyambut baik langkah Netanyahu, dan menyebut bahwa ini adalah “fakta bahwa setelah 20 bulan, pemulangan para sandera akhirnya ditetapkan sebagai prioritas utama oleh Perdana Menteri”.
Forum tersebut menegaskan bahwa langkah tersebut penting, dan berharap ada kesepakatan yang bisa membawa semua sandera kembali serta mengakhiri konflik.
“Ini adalah pernyataan yang sangat penting yang harus diterjemahkan menjadi satu kesepakatan komprehensif untuk membawa kembali semua 50 sandera dan mengakhiri pertempuran di Gaza,”
tulis Forum Sandera dan Keluarga Korban Hilang.
Diketahui, sedikitnya 251 orang disandera oleh Hamas dan kelompok militan lainnya dalam serangan kejutan pada 7 Oktober 2023. Dari jumlah itu, sebanyak 49 diyakini masih ditahan, termasuk 27 di antaranya yang menurut militer Israel telah meninggal dunia. Hamas juga masih menyimpan jenazah seorang tentara Israel yang gugur pada 2014 di Gaza.
Dalam pernyataannya, forum tersebut mengimbau agar pembebasan para sandera dilakukan lewat cara damai, bukan melalui aksi militer berisiko.
“Satu-satunya cara untuk membebaskan mereka semua adalah melalui kesepakatan komprehensif dan mengakhiri pertempuran, tanpa operasi penyelamatan yang membahayakan para sandera dan tentara (Israel),”
demikian isi seruan dari forum tersebut.
Serangan Hamas pada Oktober 2023 memicu respons militer besar-besaran dari Israel ke Jalur Gaza. Aksi ini ditujukan untuk menghancurkan Hamas dan membebaskan sandera. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 56.500 orang tewas akibat gempuran dari Israel sejauh ini. Di sisi lain, serangan Hamas ke wilayah Israel mengakibatkan 1.219 kematian, menurut otoritas setempat. (mg1)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















