
BMKG mencatat tingkat kelembaban udara saat fenomena tersebut terjadi berada di atas 90 persen. Kondisi ini menjadi pemicu terbentuknya kabut tipis di malam hari.
“Kabut ini menjadi indikator bahwa udara di dekat permukaan berada dalam kondisi dingin dan lembap yang stabil,” kata Hadi.
Menurutnya, fenomena kabut yang terjadi selama dua hari tersebut merupakan kejadian alamiah yang biasa terjadi akibat suhu rendah dan kelembaban tinggi.
“Meskipun demikian, untuk wilayah perkotaan atau kawasan industri terdapat potensi pencampuran dengan polusi udara,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















