Sidekah Bumi Lembur Sawah, Warisan Budaya Abad ke-17 yang Terus Hidup

Uniknya, dalam festival jajanan lembur ini masyarakat akan mendapatkan pengalaman seperti berada di masa lalu dengan melakukan transaksi menggunakan uang koin dari batok kelapa yang ditukar dengan uang Rp10 ribu untuk empat koin.

“Dengan kemasan ini animo masyarakat yang hadir pun terus meningkat setiap tahunya dan ini juga sebagai bentuk pelestarian budaya dengan memperkenalkan kepada masyarakat luas serta bisa meningkatkan potensi ekonomi,” katanya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan pelaksanaan ini juga menjadi rangkaian dari kegiatan penutupan Hari Jadi Bogor HJB ke-543.

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Sidekah Bumi ini bagian dari tradisi masyarakat di Bogor yang luar biasa dan harus kita lestarikan. Sehingga warga Lembur Sawah harus bisa terus menjaga kelestarian alam lingkungan juga kebersihan. Jangan buang sampah sembarangan. Bukan hanya kegiatan rutin setiap tahun, tapi nilai ini harus diwujudkan dalam sikap perilaku keseharian,” kata Dedie Rachim.

Dari sisi potensi pertanian, Kelurahan Mulyaharja ini diistilahkan sebagai “Surga Yang Tersisa” di Kota Bogor, karena memiliki potensi alam serta pertanian yang masih ada di wilayah perkotaan.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

“Hasil buminya luar biasa, ada pisang, talas, umbi-umbian, jahe, lengkuas, hasil ladang perkebunan, dan padi serta banyak lagi hasil bumi lainnya,” ujarnya.

Dedie Rachim berharap, ke depan ini bisa menjadi kampung budaya seperti Lembur Pakuan, sehingga kelestarian alam dan tradisi budayanya bisa terus terjaga.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================