BOGORTODAY.COM – Upacara pernikahan yang dilakukan pemukim Yahudi di halaman Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur, pada Senin (30/6/2025), memicu kecaman luas dari otoritas Palestina dan masyarakat internasional. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari kebijakan Yahudisasi situs suci umat Islam tersebut.
Pelanggaran Kesucian Masjid Al Aqsa
Dilansir dari Arab News, pemukim Yahudi melangsungkan upacara pernikahan dengan pengawalan ketat polisi Israel. Polisi dilaporkan melarang warga Palestina mengganggu jalannya upacara.
Kegubernuran Yerusalem, yang dikelola oleh Otoritas Palestina, mengecam tindakan ini sebagai “provokasi berat” terhadap sentimen umat Muslim.
“Perubahan fungsi Al Aqsa menjadi tempat perayaan publik bagi penjajah adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian masjid, sekaligus upaya untuk menghapus identitas Islam di tempat tersebut,” ujar Kegubernuran Yerusalem dalam pernyataan resminya.
Upaya Yahudisasi Sistematis
Pemerintah Daerah Yerusalem menganggap insiden ini sebagai bagian dari kebijakan sistematis Israel untuk mengubah karakter Masjid Al Aqsa dan memaksakan kedaulatan pendudukan.
“Pelanggaran berulang ini melanggar hukum internasional dan resolusi UNESCO yang mengakui Masjid Al Aqsa sebagai situs warisan Islam,” tambah laporan dari kantor berita WAFA.
Seruan kepada Masyarakat Internasional
Kegubernuran Yerusalem meminta masyarakat internasional dan badan-badan PBB untuk segera mengambil langkah nyata menghentikan pelanggaran terhadap Al Aqsa. Mereka juga mendesak perlindungan bagi semua situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem.
Ketegangan yang Semakin Memanas
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kompleks Masjid Al Aqsa. Menurut laporan dari Middle East Monitor, pasukan pendudukan Israel telah menutup total akses Masjid Al Aqsa pada Minggu (22/6/2025) dan melarang ibadah umat Muslim hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya Israel untuk memperluas kontrol di kawasan tersebut, terutama setelah penutupan masjid sebelumnya yang bertepatan dengan serangan Israel ke Iran.
Krisis Identitas di Situs Suci
Masjid Al Aqsa, yang merupakan salah satu situs tersuci umat Islam, terus menjadi pusat konflik antara Palestina dan Israel.
Insiden ini menyoroti tekanan sistematis yang dihadapi identitas Islam di Yerusalem Timur di tengah kebijakan pendudukan.
Masyarakat internasional diharapkan dapat memainkan peran lebih besar dalam melindungi warisan budaya dan agama di Al Aqsa serta menghentikan pelanggaran yang semakin sering terjadi di wilayah tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















