
Menanggapi laporan ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) serempak membantah tudingan tersebut.
“Ini adalah kebohongan kejam yang dirancang untuk mendiskreditkan IDF, tentara paling bermoral di dunia,” demikian pernyataan resmi dari Netanyahu dan Gallant.
Mereka menuding Haaretz telah menyebarkan “fitnah berdarah” terhadap militer dan upaya bantuan Israel di Gaza.
Peran Kontraktor Asing di Gaza
Kontraktor swasta seperti UG Solutions dan Safe Reach Solutions (SRS) — yang berbasis di Amerika Serikat — diketahui ditugaskan untuk mengamankan perbatasan Gaza dan memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan dari GHF.
Namun, sejumlah laporan menyebut bahwa kontraktor-kontraktor ini juga menjalankan fungsi intelijen, termasuk menganalisis data drone dan satelit serta membantu militer dalam identifikasi target.
Kontraktor swasta ini sebagian besar berasal dari veteran pasukan khusus AS dan negara-negara Barat, menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka digunakan dalam operasi militer aktif, bukan sekadar tugas pengamanan bantuan.
Kecaman Internasional Menguat
Laporan ini memicu gelombang kecaman dari aktivis kemanusiaan dan kelompok hak asasi manusia internasional.
Mereka menuntut dilakukan investigasi independen terhadap keterlibatan kontraktor swasta dan dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional.
Jika benar terbukti, tindakan penghancuran rumah dan penembakan warga sipil yang mencari bantuan dapat tergolong sebagai kejahatan perang di bawah hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa.
Sampai saat ini, belum ada penyelidikan independen yang dikonfirmasi. Namun tekanan internasional diperkirakan akan terus meningkat terhadap Israel dan perusahaan kontraktor yang beroperasi di wilayah Gaza.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















