
Dampak dari insiden tersebut juga terasa dalam dinamika politik Thailand. Partai Bhumjaithai, mitra koalisi terbesar kedua dalam pemerintahan, memutuskan mundur dari koalisi pimpinan Paetongtarn.
Gelombang penolakan terhadap Paetongtarn juga terlihat dari aksi unjuk rasa pada Sabtu (28/6), di mana sekitar 4.000 orang—kebanyakan berusia lanjut dan dipimpin oleh aktivis “Yellow Shirt”—turun ke jalan di Bangkok menuntut agar Paetongtarn mundur dari jabatannya. Gerakan ini dikenal sebagai kelompok yang sebelumnya turut menggulingkan ayah Paetongtarn, Thaksin Shinawatra, pada tahun 2000-an.
Menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi, Paetongtarn menyatakan dirinya menerima putusan tersebut. Dalam pernyataannya kepada awak media di Gedung Pemerintah Bangkok, ia menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk Thailand.
“Putusan telah diumumkan dan saya menghormatinya,” ujar Paetongtarn. “Saya ingin menekankan bahwa saya selalu berniat memberikan yang terbaik untuk negara saya.”(mg2)
Sumber: detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















