Manchester United Gagal Maksimalkan Penjualan Pemain

Manchester United

BOGORTODAY.COM – Manchester United masih belum berhasil keluar dari krisis identitas yang mereka alami sejak kepergian Sir Alex Ferguson. Masalahnya bukan hanya soal prestasi yang tak lagi sekuat dulu, tetapi juga ketidakmampuan mereka menyusun strategi transfer yang efektif—terutama dalam hal menjual pemain.

Dalam satu dekade terakhir, United menjadi klub dengan pengeluaran bersih terbesar di dunia, mencapai €1,54 miliar. Ironisnya, pemasukan dari penjualan pemain sangat tertinggal jauh jika dibandingkan dengan klub-klub pesaing di Inggris dan Eropa.

Sejak tahun 2013, Manchester United telah menghabiskan dana sekitar €2,14 miliar untuk membeli pemain. Angka ini hanya lebih sedikit dari Chelsea (€2,87 miliar) dan Manchester City (€2,31 miliar). Namun, pemasukan dari penjualan pemain mereka hanya mencapai €545 juta, sangat kalah dibanding Chelsea (€1,44 miliar), Manchester City (€922 juta), maupun Liverpool (€690 juta).

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Salah satu penyebab utamanya adalah keputusan transfer yang sering kali tidak efektif. Klub kerap membeli pemain dengan harga mahal dan menggaji tinggi, tetapi kontribusinya minim. Alhasil, pemain-pemain tersebut sulit dijual kembali. Banyak di antaranya akhirnya dipinjamkan atau dilepas dengan harga yang jauh di bawah nilai awal karena klub lain tidak sanggup menanggung beban gajinya.

Manchester United juga belum mampu memecahkan rekor penjualan yang mereka buat sendiri lebih dari sepuluh tahun lalu. Hingga saat ini, transfer Cristiano Ronaldo ke Real Madrid senilai €94 juta pada 2009 masih menjadi rekor tertinggi klub. Setelah itu, transfer terbesar berikutnya adalah David Beckham ke Real Madrid pada 2003. Dalam sepuluh tahun terakhir, mereka hanya berhasil menjual enam pemain dengan nilai lebih dari €30 juta—angka yang tergolong rendah untuk klub sekelas United.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen baru. Sejak INEOS mengambil alih 27,7% saham klub dan mengelola urusan olahraga sejak Februari 2024, Sir Jim Ratcliffe menyadari pentingnya reformasi strategi transfer. Di bawah pelatih anyar Ruben Amorim, klub kini sedang mencoba membangun ulang skuad, tetapi langkah ini tak akan mudah dilakukan jika pemasukan dari penjualan pemain tetap minim.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================